10 Mei 2011

Membina Hubungan

Orang berhasil atau gagal. Begitulah biasanya kita menilai orang-
orang di sekeliling. Apapun bisnis, profesi maupun pekerjaannya. Ada
pengusaha sukses, ada pengusaha yang biasa-biasa saja. Ada karyawan
yang berhasil mencapai karier bagus, ada pula yang kariernya kurang
menguntungkan. Siapa pun ingin masuk kategori yang berhasil alias
sukses.

Namun, bagaimana caranya? Mengapa seseorang bisa berhasil, sementara
yang lain gagal? Itulah masalahnya. Menariknya keberhasilan seseorang
ternyata tidak berhubungan dengan jenis kelamin. Sebab, dalam barisan
orang sukses pada semua bidang selalu ada perempuan dan laki-laki.
Ukuran tubuh juga tidak menjamin sebuah sukses. Karena, sebagian
mereka jangkung dan sebagian lagi sedang-sedang saja. Daerah asal
juga begitu. Mereka datang dari berbagai penjuru.

Tidak pula dengan masalah latar belakang pendidikan, sebab beragam
sekali pendidikan mereka. Memang ukuran keberhasilan yang dimaksud
akan berbeda-beda bagi setiap orang. Tetapi, ada kesamaannya: mereka
disebut orang berhasil dan memiliki kehidupan bahagia, yakni mereka
berkemampuan membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Coba
perhatikan sekeliling kita.

Apakah orang sukses itu, misal yang melesat dalam karier sampai ke
puncak, adalah orang yang paling pandai di bidangnya dari orang-orang
yang Anda tahu? Atau, mereka adalah orang-orang ''pandai bergaul''
dan mampu berkomunikasi yang baik dengan banyak orang? Mereka yang
berhasil dan mempunyai kualitas hidup yang baik rupanya tipe orang
yang bukan pemalu, tidak canggung, dan tidak rendah diri. Sebaliknya
mereka yang gagal atau merasa sulit dalam hubungan manusia biasanya
pemalu, canggung, dan tidak percaya diri, serta menjauhkan diri dari
masyarakat.

Masalahnya banyak sekali orang merasa pandai bergaul dan banyak punya
teman sejati walaupun dalam hatinya tahu ada kekurangan dari dirinya.
Mereka merasa heran mengapa karyawan, bawahan, atau rekan sekerja
bahkan keluarganya tidak menghargainya. Mereka sulit mendapat sikap
kerjasama secara suka rela dan suka cita dari sekitarnya. Mereka
bertanya-tanya sendiri mengapa harus selalu memaksa dan memerintah
bahkan keluar uang banyak untuk mendapat persetujuan orang lain.

Sesungguhnya kemampuan membina hubungan manusia sama saja dengan
keterampilan di bidang lain. Kita akan sukses dalam berhubungan
manusia, selalu mendapat persetujuan dan dukungan orang lain, bila
telah menguasai prinsip-prinsip dasarnya. Antara lain, bagaimana
berharganya ego bagi setiap orang, sehingga ego itu harus dipuaskan
dan tidak boleh merasa terancam. Bahwa setiap orang lebih tertarik
membicarakan diri sendiri. Bahwa setiap orang selalu ingin
dipentingkan. Bahwa setiap orang mengharapkan persetujuan dari orang
lain.

Denga kata lain, orang lain akan memberi memberikan persetujuan dan
dukungan kepada Anda kalau Anda telah memenuhi dan memuaskan
kebutuhan ego dan memberi pesertujuan kepadanya. Anda tidak perlu
ragu melakukannya. Ibarat menabur investasi kebaikan maka kebaikan
yang berlipat besarnya yang dituai. Benih kebaikan yang perlu kita
tabur antara lain pujian tulus, senyuman, sikap positif, antusias
terhadap pendapatnya, tidak mengritik di depan umum, tidak
menempatkan diri sebagai pesaingnya, memberi dorongan dan bersedia
orang lain membicarakan dirinya.

Bersamaan dengan itu, jangan lupa mempelihatkan pesona kepribadian
Anda. Misalnya, cara berjalan Anda. Sebab tindakan fisik sesorang
membuktikan kondisi mentalnya. Seperti tatkala melihat orang yang
berjalan dengan pundak terkulai, maka kesan yang kita terima adalah
dia seolah memikul beban begitu berat sehingga kehilangan semangat.
Orang yang selalu melihat ke bawah mengesankan orang yang pesimis dan
ragu-ragu.

Hal lain adalah cara Anda menjabat tangan orang lain. Jabatan yang
mantap menunjukkan Anda seorang yang percaya diri. Sebaliknya jika
cara Anda menggenggam tangan orang lain dengan lunglai akan
mengesankan percaya diri yang rendah. Contoh lain adalah nada suara.
Suara tidak hanya alat mengekspresikan pendapat saja, tapi juga dapat
memperlihtakan apakan kepribadian Anda yang sering mengeluh atau
penuh keyakinan. *) Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional

Sumber: Membina Hubungan oleh Mien R. Uno, Lembaga Pendidikan DUTA
BANGSA Empower Yourself

0 comments: