29 April 2011

Sebuah Kisah.....

Di sebuah desa terpencil, hiduplah sebuah keluarga petani yang miskin yang memiliki seorang anak laki-laki yang hampir menginjak remaja.
Suatu hari anak laki-laki itu memutuskan untuk merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik di tempat yang baru. Si petani sangat sedih karena tidak bisa memberi sesuatu pun untuk anaknya sebagai bekal.
Ketika si anak akan berangkat, ayahnya berpesan “Anakku, ayahmu adalah orang miskin. Bahkan ketika engkau akan merantau pun, ayah tidak punya sesuatu yang bisa kaubawa sebagai bekal. Ayah hanya bisa memberimu sebuah kotak tua. Bukalah kotak ini setelah kau mendapat sebuah pekerjaan. Selanjutnya, jagalah dirimu baik-baik. Kudoakan kau agar berhasil dikemudian hari.”
“Baik, Ayah. Akan kuingat dan kulaksanakan pesan Ayah,” jawab anak laki-laki tersebut sambil menerima kotak tua itu.
Maka pergilah anak laki-laki tersebut dengan berjalan kaki. Setelah beberapa hari sampailah si anak laki-laki itu di sebuah stasiun kereta api di sebuah kota kecil. Karena kehabisan bekal, maka dia mendatangi kepala stasiun untuk mencari pekerjaan. Karena melihat latar belakangnya yang hanya memiliki ijazah sekolah dasar, akhirnya dia mendapat pekerjaan sebagai penyapu stasiun dan diberi sebuah kamar berukuran kecil yang dahulunya berfungsi sebagai gudang.
Sudah seminggu dia bekerja dan sudah bisa menghidupi dirinya sendiri dari hasil kerjanya. Suatu hari dia teringat akan kotak dari ayahnya. Maka dibukanya kotak hitam kecil itu. Ternyata isinya adalah sebuah kunci hitam tua. Di kedua sisinya tertulis “Do More Than Expected From You”. Anak laki-laki tersebut bingung setelah membaca pesan tersebut. Tetapi karena ingat bahwa itu adalah pesan ayahnya maka dia berusaha melaksanakan isi pesan tersebut.
Mulai keesokan harinya, dia datang lebih pagi untuk bekerja. Dan selesai mengerjakan tugasnya, dia tidak lagi beristirahat tetapi berusaha membantu teman-temannya dan atasannya jikalau dia bisa membantu mereka. Anak laki-laki itu mulai disukai di tempat dia bekerja, dan banyak orang yang meminta bantuannya. Anak laki-laki itupun tidak pernah merasa bosan dan lelah membantu teman-temannya, semata-mata karena dia berusaha melaksanakan pesan ayahnya.
Atasan si anak laki-laki tersebut merasa puas dengan pekerjaannya dan karena melihat kesungguhannya dalam bekerja, akhirnya setelah bekerja selama enam bulan, anak laki-laki tersebut diangkat menjadi penjaga karcis.
Anak laki-laki tersebut senang dengan pekerjaan barunya. Akan tetapi pekerjaan barunya itu sama sekali tidak membuatnya sombong. Dia tetap ramah kepada teman-temannya dahulu sesama penyapu stasiun. Dia pun tetap membantu teman-temannya yang membutuhkan bantuannya.
Melihat kesungguhannya bekerja dan kerendahan hatinya terhadap orang lain, akhirnya kepala stasiun mengangkatnya menjadi pegawai stasiun setelah bekerja menjadi penjaga karcis selama satu tahun.
Keadaan itu terus berlanjut sehingga setelah lima tahun bekerja sebagai pegawai, anak laki-laki tersebut dipercaya oleh kepala stasiun untuk menggantikan jabatannya sebagai kepala stasiun. Kepala stasiun merasa bangga dengan hasil kerja anak laki-laki tersebut. Dan akhirnya kepala stasiun pun mendapatkan orang yang cocok sebagai penggantinya.
Anak laki-laki tersebut sangat berbahagia karena hasil pekerjaannya selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Dia diangkat menjadi kepala stasiun dalam usianya yang masih belia. Dia sangat bersyukur kepada ayahnya karena telah memberinya sebuah pesan yang sangat baik untuk masa depannya. Kini dia tidak lagi tinggal disebuah kamar berukuran kecil di sudut stasiun. Dia kini memiliki rumah baru yang cukup besar di dekat stasiunnya. Bahkan ayah dan ibunya dimintanya untuk tinggal bersamanya di kota.
Walaupun demikian, anak laki-laki tersebut tetap rendah hati dan ramah kepada semua karyawannya. Dia tetap tidak segan-segan untuk membantu siapa pun yang membutuhkan bantuannya. Itu karena pesan ayahnya “Do More Than Expected From You” telah tertanam baik di dalam dirinya.
(sumber:unknown)

0 comments: