18 Desember 2011

S.O.S Karier Saya Kandas !

Hampir setiap orang pernah membuat kesalahan fatal dalam hidupnya. Pada saat merasakannya, serasa dunia ini tak ada jalan keluar untuk sekedar menyembunyikan muka. Belum lagi cara kita menanggulangi musibah seperti itu, bisa membuat suasana semakin memburuk. Pahami cara membangun kembali karir yang nyaris ambruk dan tegaklah kembali.simak saran Rona Lichtenberg dalam bukunya Work Would Be If weren’t For The People (Hyperion).

Akui sajalah !
Ini memang bagian tersulit. Sudah menjadi naluri manusia untuk sebisa mungkin tidak mengakui kesalahan.Cara yang terbaik menurut Rona Lichtenber, adalah mengakui kesalahan Anda dan segera minta maaf. Jangan tunggu sampai bos bertanya atau mengajak Anda membahas kesalahan yang terjadi. Jelaskan segala sesuatunya tanpa harus banyak berkilah dan beralasan bermacam-macam. Beri keyakinan bahwa hal ini tak akan terjadi lagi. Kalau perlu tuangkan komitmen Anda secara tertulis.


Be part of the solution
Minta maaf itu perbuatan baik. Tapi di tengah kesalahan fatal yang baru saja Anda ciptakan, minta maaf saja tidak cukup. Ada sederet hal lain yang perlu dilakukan. Coba usulkan rencana detail Anda untuk menyelesaikan masalah ini. Katakan pada atasan dan kalau perlu buat tertulis. Komitmen Anda untuk segera merealisasikan rencana perbaikan tersebut dinantikan banyak orang. So, segera laksanakan. Jangan lupa untuk selalu membuat report tertulis atas segala kemajuan yang dicapai. Semua kerepotan ini adalah untuk menunjukan bahwa Anda merupakan orang yang pantas dipercaya.

Toh mereka akan lupa pada kejadian ini !
Jangan terlalu percaya pada kekuatan time healing! Kita harus berupaya untuk membuat mereka lupa. Kerja keras adalah jawaban untuk membangun kembali reputasi, yang sudah jatuh. Kerja keras tak selalu berarti kerja lembur sampai larut malam. Kerja keras lebih bermakna jika disertai kedua hal sebagai berikut: focused and committed. Bersikaplah kreatif, mencari berbagai cara untuk ‘berjasa’ bagi perusahaan. Tunjukkan Anda pantas mendapat kesempatan kedua.

Jangan salah bersikap !
Usaha keras boleh saja, tapi jangan lupa dengan etiket. Etiket merupakan alat public relation yang handal. Be punctual. Karena tepat waktu bias menimbulkan image yang profesional. Berpakaian yang chic dan rapi, bertingkah laku profesional, menghindari gossip kantor dan jangan terpancing untuk salah omong!

Jangan putus asa
Anda sudah merasakan sendiri betapa susahnya menumbuhkan kepercayaan orang lain pada kita. Kepercayaan bukan barang gratis, tapi butuh harga yang mahal untuk mendapatkannya. Jika kehilangan kepercayaan butuh usaha ekstra untuk mendapatkannya kembali. Nah, beri waktu yang realistis pada diri Anda untuk mendapatkan kembali rasa percaya yang hilang. Jangan sekali –sekali mengambil langkah yang justru membuat atasan kita makin yakin bahwa Anda tak dapat dipercaya. Usaha sudah keras tapi tak kunjung dipercaya? Give yourself a break. Segera cari pekerjaan baru!

Saat tepat untuk berkata’I Quit!’

Jika kesalahan yang dibuat memang sudah kebangetan, maka Anda butuh waktu yang lama lagi untuk keluar dari kantor itu. Bertahan dalam kondisi seperti itu sama saja dengan mencari perkara. Prinsip dasarnya tetap sama: akui kesalahan dan lihatkan pada khalayak bahwa Anda mendapat pelajaran yang berharga dari peristiwa itu. Ini jauh lebih baik dari pada menyembunyikan kesalahan.

Itu hak saya !
Ada mekanisme memecat karyawan, Anda tentu sudah mengetahuinya. Pelajari mekanisme itu. Kalaupun Anda dipecat dari pekerjaan, itu harus melewati banyak langkah. Surat peringatan boleh keluar bila Anda sudah diperingatkan secara lisan. Surat peringatan pun biasanya berjenjang. Adalah hak Anda untuk tahu mengapa menerima semua itu. Jadi, bertanyalah dan jangan menyerah begitu saja. Tentu tak disarankan untuk ngotot jika kesalahan Anda sudah terlalu jelas. Yang penting adalah kita tahu bahwa perusahaan bermain di rel aturan yang berlaku.

Pro aktif
Masa probation atau percobaan sering terjadi masalah. Dan masalah terbesar adalah probation berlalu tanpa ada tanda sama sekali. Kalau tak lulus probation, itu lain soal. Yang sering kita temui adalah masa probation selesai tanpa ada penilaian apapun. Ingat, harus ada seseorang dari manajemen yang menjelaskan pada kita penilaian terhadap hasil kerja kita. Kalau sampai satu bulan tetap tak ada apa-apa, bertanyalah! Be proactive!Kita punya hak untuk tahu hasil kerja kita dan…keep up the good work!

(sumber:Majalah Kosmopolitan)

SOPIR TAXI

Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu untuk 'memanjakan' diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala masalah dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Pagi ini, hari Senin, aku datang ke kantor dengan semangat yang sedikit lebih baik, setelah pada akhir pekan aku sempat untuk beristirahat.

Saat kumasuki ruangan kerjaku, telpon berdering. Aku angkat dan terdengar teriak dari ujung telpon. "Keruangan saya sekarang". Wah ada apa ini ? Pagi-pagi boss sudah marah-marah. "Bagaimana ini? Kerja ngak pernah beres. Saya harus presentasi hari ini, bahan yang kamu sediakan sama sekali tidak berguna. Buang-buang waktu saya saja." Aku hanya terdiam, dalam hati aku sangat muak dan sebal mendengarnya. Minggu yang lalu, aku sudah ingatkan. Bahwa bahan presentasi yang beliau minta tidak akan mungkin dapat di selesaikan. Waktunya terlalu singkat. Sedangkan materinya sangat banyak. Saya usulkan untuk menggunakan presentasi yang sudah ada, dengan pembaharuan sedikit." Tapi bossku tetap memaksa untuk membuat bahan presentasi yang baru. Dengan bijaksana dia berargumen. "Ya sudah kamu persiapkan semampu kamu. Nanti saya akan bantu". Sebenarnya saya sudah tahu, ini lagu lama, nanti pada akhirnya dia tidak akan membantu sama sekali dan ujung-ujung dia akan marah-marah, seperti saat ini.

Sebenarnya kalau mau jujur. Saya bisa saja menyelesaikan presentasi tersebut kalau mau mencurahkan lebih banyak waktu untuk mengerjakannya. Tapi, terus terang saya sudah malas dengan segala keinginan boss-ku. Nyaris setiap hari aku pulang larut malam. Pergi pagi pulang malam.Dari Senin sampai Sabtu. Dan segala pekerjaanku tidak pernah di hargai olehnya. Jadi aku pikir "masa bodoh dengan segala pekerjaan kantor. Aku sudah cape. Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga peduli". Jadi Sabtu kemarin aku habis kan waktu dengan tidur seharian. Membaca buku, menonton televisi, dengar kaset. Laptop yang tegeletak di atas meja tidak aku sentuh sedikit pun. "Masa bodoh" pikirku.

Boss ku masih saja mengoceh di depanku. Aku berpura-pura tertunduk dan menyesali segala kesalahanku. Padahal dalam hati, aku masa bodoh, setiap perkataannya tidak ada satu pun yang hinggap di dalam pikiran. Masuk kiri keluar kanan. Setelah 15 menit akhirnya keluar juga perkataan yang aku tunggu-tunggu. "Ya sudah. Keluar kamu."

Aku kembali keruangan. Duduk. Kunyalakan computer, seolah-olah hari ini tidak ada apa-apa. Waktu berlalu dengan cepat. Tak terasa sudahjam 12. Saatnya makan siang. Langsung saja ku buka bekal yang aku bawa dari rumah. Dengan tergesa-gesa kusantap setiap sandok makan siangku. Hari ini aku harus jalan lagi keluar kantor. Menemui kantor yang mengeluh atas jasa layanan yang perusahaan kami berikan. Sambil makan aku mulai berpikir "Wah cape kerja di sini mah. Bossnya ngak punya otak. Emang gua apaan, robot? superman ? Masa bodo ah, sekarang sih gua kerjain yang gua mau aja. Masa bodo dengan boss. Mau ini kek mau itu kek, itu sih urusan dia sendiri. Gua kagak mau peduli."

Sendok terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga. Kubenahi segala dokumen yang di butuhkan dan segera keluar kantor mencari taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga.

"Daerah kota pak" Seruku pada supir taxi.

"Kotanya di mana pak?", Dia menimpali.

"Wah, namanya apa yah ?" aku sendiri tidak begitu ingat. "Nanti saya tunjukkan jalannya kalau sudah sampai di sana"

"Baik Pak".

Suasana hening. Tidak beberapa lama pak supir berkata, "Tadi orang yang pakai taxi ini sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek". Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland.

"Kok mau sih pak?" ucapku.

"Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita tolak", ujarnya dengan logat batak yang masih terasa. "Kalo supir lain sih pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari Tuhan.",

"Wah, berfilsafat dia.", pikirku.

"Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya di kasih uang 10.000. padahal argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga. Tapi sebenernya saya nggak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau buru-buru. Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit hati kan".

"Iya juga yah", pikirku. Suasana hening kembali. Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Kelihatannya ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang lain. Yang rata-rata wajahnya cemberut.
"Bapak sudah lama jadi sopir taxi", Tanyaku memecah keheningan.

"Baru empat tahun Pak."

"Sebelumnya kerja di mana ?"

"Dulu saya kerja di perhotelan."

"Kerja di bagian apa Pak ?"

"Manager operasional".

Hah ? Tidak salah dengar ? Manager ? nggak mungkin ah..
"Anak buahnya banyak pak ?", tanyaku sedikit menyelidik.

"Ada sekitar 100 orang".

"Terus, koq sekarang malah jadi sopir taxi"

"Wah, panjang ceritanya Pak."

"Oh.", gumanku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya ada kenangan pahit yang dia alami.
"Biasalah pak korban kena sikut", ujarnya meneruskan, "Padahal dia teman baik saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. "Tapi buat saya itu nggak masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap pelihara saya. Buktinya saya langsung bisa dapat pekerjaan lagi. Walaupun tidak sehebat seperti dahulu. Yah, sudah cukup lah, untuk kebutuhan sehari-hari".

"Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain ?"

"Nama saya sudah rusak Pak."

"Pasti karena di fitnah oleh teman baiknya itu", pikir ku.

Kuperhatikan lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampak terbeban. "Lebih enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak ?", tanyaku.

"Wah, enak atau enggak tergantung hati kita Pak. Pokoknya kita mesti sadar, bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan yang memberi. Mengucap syukur senantiasa. Sukacita bukan datang dari luar, tapi dari dalam diri kita. Jadi kalau ditanya lebih enak mana, dulu atau sekarang. Jawabannya yah: dua-duanya. Mau jadi apa aja nggak masalah, yang penting ada rasa syukur, pasti sukacita itu datang dengan sendirinya."

Wah, jadi malu aku. Aku yang sejak kecil di didik dalam keluarga percaya, masih mengeluh kan pekerjaan yang saya terima. Padahal kalau dibandingkan dengan sopir taxi, pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan penghasilan yang lebih tinggi tentunya. Tapi, dasar ! Nggak ada ucapan syukurnya. Teringat kembali ayat yang berkata "Lakukanlah segala sesuatu seperti kita melakukan untuk Tuhan".

Hmmm, hari ini aku di sadarkan kan oleh seorang supir taxi. Hari ini aku di kuatkan kembali untuk selalu bersyukur dalam segala hal dan melakukan semua selayaknya kita bekerja bagi Tuhan.
(sumber:unknown)

10 Desember 2011

SEPULUH Macam Tipe BOS..!

Majalah Amerika Psychology Today menyebutkan beberapa tipe bos.
Bos jenis ular kurang jujur, suka berbohong, menyalahgunakan informasi, tidak bisa menjaga rahasia. Bos, sang diktator, selalu merasa ada saja kesalahan dan ingin menyelesaikan semua persoalan sendiri.

Berikut Ini 10 Tipe BOS Selengkapnya
Tipe ULAR
Tidak jujur, tidak memegang janji, suka menyalahgunakan informasi, dan tidak bisa menjaga rahasia.
Tipe DIKTATOR
Tipe ini seperti si kecil Napoleon yang merasa tidak pernah berbuat kesalahan dan merasa cepat tersinggung jika seseorang memutuskan sesuatu tanpa mengikutsertakan dirinya
Tipe PENYOMBONG
Merasa paling tahu, tidak mau mendengarkan selalu ingin tampil dan lebih mementingkan idenya sendiri sebagai topik utama.
Tipe PENEKAN
Memperlakukan bawahannya seperti tidak ada apa-apanya, menyepelekan mereka dan membuat mereka "kecil". Ia paling suka memarahi mereka di depan orang lain.
Tipe LEMAH
Kurang bisa memutuskan dan suka melepas tanggungjawab. Motto "memimpin, mengikuti, atau mengawasi Anda" tak dikenalnya.
Tipe PLIN-PLAN
Sebenarnya ia bukanlah seorang yang jahat, namun jika tiba-tiba merasa benci pada seseorang, ia bisa menyebabkan bencana di pekerjaan.
Tipe PENGANTUK
Ia datang terlambat, pulang paling cepat. Terlalu banyak minum dan mengantuk dalam rapat. Jika tak ada hubungan saudara dengan pemimpin perusahaan, ia tidak akan bertahan lama.
Tipe TIDAK MAMPU
Tipe yang berhasil sampai di puncak yang tak dikuasainya.
Tipe TELITI
Ketat terhadap aturan dan instruksi, memperhatikan detail dan membesar-besarkan hal kecil.
Tipe BADUT
Tak ada yang menganggapnya serius, baik bawahannya maupun atasannya, dan bahkan tidak juga istrinya. (zrp)

27 Agustus 2011

11 Sikap yg Menjadi Penyumbang Kegagalan Terbesar dalam Pekerjaan

Semakin besar tanggungjawab seseoraang di dalam perusahaan, semakin banyak tuntutan yang harus dipenuhi. Selain pekerjaan yang harus dikelola sebaik mungkin, juga pendekatan yang baik harus dilakukan kepada para rekan kerja, atasan dan bawahan. Ada banyak orang gagal dalam pekerjaan hanya karena sikap-sikap di bawah ini:
1. Arogansi: merasa diri paling benar dan yang lain salah
2. Melograma: selalu ingin menjadi pusat perhatian
3. Volatility: sulit ditebak, bersikap sesuai mood-nya
4. Excessive Caution: takut mengambil keputusan
5. Habitual Distrust: sikap yang selalu curiga kepada orang lain
6. Aloofness: sulit dihubungi dan berkomunikasi dengan orang lain
7. Mischievousness: peraturan dibuat untuk dilanggar
8. Eccentricity: selalu ingin berbeda, shg terkadang dianggap aneh oleh orang lain
9. Passive Resistance: tidak yakin dengan apa yang dia katakan
10. Perfectionism: kebanyakan dianggap salah, hanya sedikit yang benar
11. Eagerness to please: mengejar popularitas dalam setiap situasi
Adakah Anda memiliki salah satu sikap-sikap di atas? Sebaiknya Anda memikirkan untuk mengelolanya dari sekarang.
Selamat pagi dan selamat bekerja.
From Why CEOs Fail; David L. Dotlich & Perter C. Cairo; Jossey-Bass (2003)
"Remember, if you ever need a helping hand, you'll find one at the end of your arm.
As you grow older you will discover that you have two hands....
One for helping yourself, the other for helping others."by Sam Levenson


18 Agustus 2011

Saat Bau Badan Rekan Kerja Menyengat

Rekan kerja bau badan, bukan hal aneh dan senantiasa hadir di lingkungan kerja. Padahal penampilan dan dandanannya cukup meyakinkan. Aroma minyak wanginya tak bisa menangkis bau badan yang memang keluar dari tubuhnya. Anda mungkin bertanya, kurang mandikah? Tidak seluruhnya benar, mungkin saja keringat berlebihan atau kelainan yang dideritanya meski sudah diatasi dengan berbagai cara.

Sungguh mengganggu, bukan? Hm ... sangat sulit memang untuk menegur atau memberitahu seseorang yang kebetulan memiliki bau badan. Bahkan, ketika itu juga dikeluhkan eksekutif asing yang bekerja di sini, padahal budaya mereka sangat lugas dibanding budaya kita yang selalu menjaga perasaan orang apalagi bila mengancam produktivitas kerja rekan tersebut.

Persoalan pokok di sini adalah komunikasi. Bagaimana ‘mengirimkan’ berita tak enak itu secara efektif. Padahal, kalau dipikir, yang bersangkutan pun membutuhkan umpan balik dari sekitarnya. Jadi, secara logika, kedua belah pihak membutuhkan perbaikan atau penyembuhan. Yang menghambat adalah rasa ingin menjaga perasaan. Betapa mahalnya menjaga perasaan itu.

Bagaimana cara menyingkirkan perasaan itu? Hanya satu motivasi, yaitu rasa ingin ‘menyembuhkan’ rekan kerja tersebut. Ya, caranya bagaimana? Kalau saya jadi Anda misalnya, dalam kesempatan informal suasana yang enak, dengan tulus saya akan berkata,”Non atau Mba, ada satu saja yang saya ingin katakan pada Anda, asalkan menerimanya positif, oke?”

Mungkin ia akan bertanya dengan deg-degan, “Ada apa sih?” Lalu saya pun akan berkata dengan berani dan tulus pula,”Non atau Mba, Anda akan lebih segar kalau pakai Purol atau Rexona setiap hari. Saya juga dulu begitu (di sini Anda mungkin ‘kreatif’), dengan mengatakan diserang bakteri pengganggu kulit. Jadi, setiap habis mandi pagi dan malam Anda terus pakai Purol atau Rexona misalnya. Lalu Anda bisa teruskan,”Memang kulit setiap orang bisa berbeda, sehingga membutuhkan perawatan yang berbeda pula”.

Sampai di situ mungkin rekan kerja Anda itu mulai sadar, bahkan ada rasa malu. Anda tak perlu risau, karena ia merasa senasib dengan Anda. Anda harus berempati dengannya. Hindari kata-kata yang ‘mempermalukannya’ seperti, ”Kamu bau badan sangat menyegat, mengganggu pekerjaan”. Gunakan kata-kata yang lebih positif misalnya bakteri pengganggu kulit, kesegaran kulit atau mulut, perawatan kulit dan lain-lain.

Dialog tentang perawatan kulit bukan monopoli seorang dokter atau ahli kecantikan. Siapa pun berhak berbicara perawatan kulit. Dan, apa pun baunya, umumnya disebabkan bakteri pengganggu. Jadi, Anda akan aman bicara soal bakteri penyebab masalah kulit daripada berbicara soal bau badan akibat dari serangkaian bakteri itu.

Nah, bagaimana dengan rekan kerja Anda di kantor? Serupakah atau jauh dari urusan bau-bau? Bila ada, artikel di atas sangat menarik bagi Anda. Semoga bermanfaat! (Sumber:GloriaNet-GCM/SW)

13 Juli 2011

Rekomendasi Teman

Dalam pergaulan, Anda menghargai dan membutuhkan teman. Tetapi saat Anda harus bekerja dengan mereka, maka Anda akan dihadapkan pada beberapa pertanyaan sulit.

Lantas, bagaimana Anda harus bersikap jika ternyata dia, teman Anda itu, menjadi bos. Atau apa yang harus Anda lakukan jika ternyata Anda adalah bos mereka? Bisakah Anda campurkan kehidupan pribadi dan profesional?

Dalam situasi sulit kadang kita ingin menolong teman-teman Anda, tapi bagaimana caranya? Apakah yang harus diperhatikan dalam membantu teman menemukan pekerjaan pada tempat yang sama kita mengabdi?

Anda menghabiskan banyak waktu dengan bekerja di kantor. Itu membuat perasaan menjadi dekat, hubungan personal dengan beberapa rekan kerja. Namun Anda harus bisa menempatkan jarak antara pertemanan dan memelihara sikap kerja profesional.

Apa yang harus Anda lakukan jika Anda harus mengevaluasi rekan kerja Anda atau bahkan rekan Anda menjadi bos Anda? Tracy De Rosario, Marketing Communications Specialist of Business Trend(s) Pte Ltd menyediakan beberapa jalan yang berguna untuk menghindari Anda terlibat dalam posisi kompromi dengan teman seperti dipaparkan NAW.com berikut. Merekomendasi teman untuk bekerja di tempat Anda. Ini akan menjadi situasi yang peka. Hal yang terpenting untuk mempertimbangkan level personal adalah seberapa penting pertemanan itu bagi Anda dan apakah hal itu cukup berharga bagi Anda untuk menanggung risiko kredibilitas di tempat kerja.

Apakah teman yang Anda rekomendasi ini bisa dipercaya?

Lakukan:
o. Lalui saluranhttp://www.blogger.com/img/blank.gif yang tepat, atau gampangnya jalani sesuai dengan petunjuk perusahaan untuk membantu teman, jangan mencoba memakai jalur lain.
o. Jujurlah dan usahakan akurat mengenai latar belakang, pengalaman dan sejarah kerja teman Anda.
o. Bersiaplah menghadapi kekecewaan teman Anda jika dia gagal mendapat pekerjaan tersebut.

Hindari:

o. Turut campur tangan dalam proses rekomendasi internal. Biarkan para petinggi SDM yang melakukan jalur normalnya. Peran Anda adalah membuka pintu, tidak mendorong orang ini masuk.
o. Bohong atau melebih-lebihkan kemampuan dan keahlian teman. Hal itu itu akan berbalik pada Anda jika ternyata si teman kemampuannya tak memadai.
o. Jangan mau dikompori oleh teman lain jika Anda memutuskan bahwa teman Anda tak akan kuat dengan budaya kerja perusahaan Anda.

Anda dipromosikan
Mungkin isu sensitif saat Anda tiba-tiba dipromosikan, melewati rekan-rekan Anda. Jika kebetulan yang Anda lewati itu teman baik, mungkin situasi ini bisa mempengaruhi pertemanan Anda. Jika Anda tak ingin membahayakan hubungan Anda dengan si teman, ada beberapa isu profesional yang harus Anda pedulikan pada situsi seperti ini.

Lakukan

o. Luangkan waktu di luar jam kantor untuk menjelaskan situasinya kepada teman Anda dan tetapkan batasan antara kehidupan antarpribadi dalam dunia kerja.
o. Sensitiflah pada isu penting, khususnya jika Anda suka menceritakan segala hal kepada sahabat. o. Mulai sekarang, jagalah hal-hal yang rahasia.
o. Jaga jarak profesional dan ambil langkah mundur.

Hindari
o. Membicarakan segala informasi kepada teman Anda, meski karena ketidaksengajaan yang bisa menempatkan Anda pada posisi kompromi.
o. Menyalahgunakan sumber yang bisa Anda akses hanya untuk pamer kepada teman Anda.
o. Menyalahgunakan hubungan Anda dengan teman sebab hubungan kerja jelas berbeda seperti hanya hubungan keluarga.

Nah, mudah-mudahan artikel di atas bermanfaat bagi Anda. Selamat membaca.
(Sumber:GloriaNet-GCM/SW)

24 Juni 2011

kisah raja yang kaya raya dan sangat baik

Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara mas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ...

JODOH


Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara mas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang
raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi. Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan
rajanya. Mereka datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati menngamat- amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, engan
perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk
merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan. Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "apa yang
kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu
disini?", jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati- hati, aku harus
mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "seandainya
emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara etumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis". Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai
seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya,
bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari
disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku". Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka,
maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu
menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau
memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?",mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi "tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?", sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu,
berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun
saya juga tidak tahu", "lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajutit itu lagi. "Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana
yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya,karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan" prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi,"saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni", tak lama lagi lonceng
istana berbunyi,tanda Berakhir sudah kegiatan mereka. Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau menggenggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja
ingin memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya
akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang
memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya". Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.

dikutip dari :Kumpulan Sharing dan
Cerpen Judul Asli : When We Have to

22 Juni 2011

Profesional Hadapi si Public Enemy

Biasanya orang-orang yang memiliki pribadi asosial di kantor memiliki rasa percaya diri yang sangat 'luar biasa'. Tanpa perlu terlibat dengan orang lain, mereka merasa tetap bisa bertahan. Satu hal yang membuat mereka memiliki pribadi demikian adalah karena mereka merasa lebih dari orang lain dan merasa tidak ada satu orangpun yang menandingi kelebihannya.

Celakanya, meski mereka tidak suka bersosialisasi, mereka ingin mendapat pengakuan dari orang-orang di sekelilingnya. Makanya jika ada orang lain yang memuji dan menyanjungnya, ia merasa sangat bangga dan semakin pede. Sebaliknya, jika ia sadar ada yang melebihi kemampuannya ia akan menganggap orang itu sebagai musuh sejatinya. Nggak heran jika akhirnya orang-orang seperti ini hanya akan menjadi 'public enemy' alias musuh semua orang. Tak ada satu orang pun yang merasa nyaman terlibat dengannya. Sulitnya, si 'public enemy' akan menganggap orang-orang yang tidak menyukainya sebagai orang-orang yang masuk dalam barisan orang yang 'sirik' terhadapnya. Repot kan?

Sekarang, masalahnya bagaimana jika tiba-tiba si public enemy itu menjadi bagian dari tim kerja Anda? Atau bagaimana jika ia langsung ditempatkan sebagai bos atau head di divisi Anda? Mau nggak mau tentu Anda harus bekerjasama dengannya bukan? Menurut John Brinkerhoff dalam bukunya Commonse Rules for The Office, seorang musuh sekalipun sekaliber 'public enemy' tetap harus dihadapi secara profesional! Anda tidak bisa menghindarinya begitu saja dengan alasan tidak mau terjadi konflik. Sebaliknya, Anda pun tidak bisa menghadapinya dengan 'genderang perang' seolah Anda ingin membantai dan menaklukkannya.

Sekali lagi, Anda harus menghadapinya secara profesional sesuai tingkat intelektualitas dan kematangan emosional Anda. Berikut adalah saran dari Brikerhoff dalam menghadapi public enemy tanpa membahayakan 'pertahanan' Anda:

* Jangan terjebak dalam negosiasi

Negosiasi adalah hal umum dalam dunia kerja. Jika si 'public enemy' menegosiasikan suatu pekerjaan dengan Anda, simak dengan baik. Apa keinginannya tetapi bukan berarti Anda harus setuju dengan negosiasinya. Ingat, jika musuh Anda piawai dalam berbegosiasi Anda bisa terperangkap dalam jebakannya. Bersikaplah lebih hati-hati dan cermat dalam menghadapi setiap tindakannya pada Anda. Pikirkan dampak negatif dan positif dari negosiasi yang dilakukannya.

* Be professional

Seberapapun tidak sukanya Anda pada si enemy, jangan menghadapinya secara subyektif. Berusahalah se-objektif mungkin menghadapi urusan pekerjaan yang berhubungan dengannya. Sebaliknya, jangan sekalipun menaruh belas kasihan jika ia gagal. Tetapi bukan berarti Anda bisa tertawa di atas kegagalannya. Jika ia butuh kontribusi Anda, berikanlah sesuai kapasitas Anda.

* Fokus pada reputasinya

Coba perhatikan reputasi si public enemy selama ini. Apakah ia seorang pekerja yang cukup handal, kreatif dan brilliant? Atau sebaliknya, apakah ia seorang yang culas, suka mencuri ide, dan pemalas? Berikan penilaian yang benar-benar valid terhadapnya. Jika atasan meminta kesaksian Anda terhadap reputasinya, katakan saja sejujurnya, tidak lebih dan tidak kurang.

* Be a good worker
Bekerjalah dengan sebaik-baiknya dan seprofesional mungkin. Tingkatkan terus kemampuan dan keahlian Anda. Serta jangan lupa untuk membina hubungan baik dengan rekan sejawat dan atasan. Sehingga tidak ada satu hal burukpun yang dapat si enemy temui pada diri Anda. Hal ini akan menyulitkan dia jika ia ingin menjatuhkan nama baik Anda di kantor. Karena faktalah yang akan membuktikan.

Nah kini nggak perlu pusing lagi deh menghadapi si 'public enemy' di kantor. Percaya deh, cara-cara di atas cukup aman kok bagi Anda. Atau Anda punya cara lain? (Sumber:GloriaNet-GCM/Astaga,tri)

20 Juni 2011

Sinopsis:Pesan Guru

Sinopsis:

Suatu hari, Guru berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau
bertanya...
Guru " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"
Murid 1 = " Orang tua "Murid 2 = " Guru "Murid 3 = " Teman "Murid 4 = "
Kaum kerabat "
Guru " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita
ialah MATI.
Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati (
Surah Ali-Imran :185 ).

"Ya ALLAH panggilah aku(mati) ketika aku sujud padaMU dan mensyukuri
akan nikmatMU"

Guru " Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Negeri Cina "Murid 2 = " Bulan"Murid 3 = " Matahari "Murid 4
= " Bintang-bintang "
Guru " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA
LALU.
Bagaimanapun kita, apa pun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat
kembali ke masa yang lalu.
Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang
akan datang dengan
perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama ".

"Ya ALLAH jadikanlah aku untuk selalu menghargai waktu"

Guru " Apa yang paling besar didunia ini ?"Murid 1 = " Gunung "Murid 2 =
" Matahari "Murid 3 = " Bumi "
Guru " Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU
( Surah Al A'raf: 179 ).
Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita,jangan sampai nafsu kita
membawa ke neraka."


Guru " Apa yang paling berat didunia ?"Murid 1 = " Baja "Murid 2 = "
Besi "Murid 3 = " Gajah "
Guru " Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (
Surah Al-Azab : 72 ).
Tumbuh-tumbuhan, binatang,gunung,dan malaikat semua tidak mampu ketika
Allah SWT meminta mereka
menjadi khalifah ( pemimpin ) di dunia ini. Tetapi manusia dengan
sombongnya berebut-rebut menyanggupi
permintaan Allah SWT sehingga banyak manusiamasuk ke neraka kerana gagal
memegang amanah."


Guru " Apa yang paling ringan di dunia ini ?"Murid 1 = " Kapas"Murid 2 =
" Angin "Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Guru " Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali
didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT.
Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat "

Guru " Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?"
Murid- Murid dengan serentak menjawab = "Pedang "Imam Ghazali "
Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH
MANUSIA. Kerana melalui lidah,
manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya
sendiri "

"Ya ALLAH jagalah lidahku,perbuatanku untuk tidak menyakiti orang lain
dan saudara2ku"

AMIN YA ALLAH


(sumber:Desain)

18 Juni 2011

Pertanyaan Dalam Wawancara Kerja+jawaban

1. Bagaimana anda menggambarkan diri anda sendiri?

Contoh jawaban yang tepat:

Latar belakang pendidikan telah mempersiapkan diri saya untuk menjadi konsultan keuangan yang terbaik yang pernah ada. Baik, akan saya ceritakan secara rinci bagaimana saya mempersiapkan diri saya. Saya adalah sarjana lulusan perguruan tinggi dengan jurusan akuntansi dan keuangan pada universitas X . Saya menguasai teori mengenai investasi dan juga pengalaman kerja di danareksa selama 2 tahun. Kedua hal itu telah mempersiapkan saya secara matang pada pekerjaan ini.

2. Coba ceritakan tentang diri anda
• Ceritakan tentang diri anda, tetapi bukan kisah hidup anda
• Berikan penjelasan singkat seperti pendidikan, target jabatan yang ingin dicapai, pengalaman pada bidang pekerjaan yang anda lamar dan latar belakang pendidikan yang berhubungan dengan posisi yang anda inginkan.


3. Apa kelebihan yang anda miliki?

Jika membicarakan tentang kelebihan, hal ini tergantung pada jenis pekerjaan yang anda lamar.

4. Apa kelemahan anda?

Pilihan jawaban untuk menjawab pertanyaan mengenai kelemahan diri:

a. Ungkapkan kelemahan anda sebagai suatu hal yang positif :
• "Saya terkadang tidak sabar dan hal itu membuat saya bekerja menjadi berlebihan."
• " Ketika saya memulai suatu pekerjaan, saya biasanya lupa untuk beristirahat makan siang.”
• " Karena saya perfeksionis. Saya selalu menemui kesulitan dalam hal bekerjasama untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, karena saya khawatir orang lain tidak dapat menyelesaikan nya sebaik saya."


Catatan : ungkapan perfeksionis sudah terlalu sering di ungkapkan.

b. Kemukakan kelemahan anda dalam suatu bidang dan juga berikan penyelesaiannya :
• "Saya mempunyai masalah dengan pengucapan, jadi saya terbiasa membawa kamus sebagai pegangan."


c. Pilihan lain :
• Berikan alasan yang sederhana kepada pewawancara bahwa tidak ada kelemahan anda yang akan membuat hasil pekerjaan anda tidak maksimal.
• Beri pernyataan bahwa kelemahan anda itu adalah suatu kesalahan dan anda telah belajar dari kesalahan itu dan telah belajar untuk mengatasinya.
5. Dimana anda ingin berada dalam 5 (atau 10 atau 15) tahun lagi?
6.Apa yang anda inginkan dalam hidup anda ?

Ungkapkan secara halus pertimbangan ketika merespon pertanyaan jenis ini :
• Kejujuran/ambisi/keinginan anda untuk bekerja pada perusahaan
• Hindari jawaban yang seakan-akan perusahaan itu milik anda.
• Jangan mengungkapkan secara keseluruhan akan hal yang menyangkut pribadi ( seperti pernikahan, keluarga), namun fokus pada tujuan anda secara professional.


Contoh respon terhadap pertanyaan di atas :
• Untuk anda ketahui bahwa saya adalah orang yang tepat untuk mengisi jabatan yang ditawarkan. Dan jika dalam masa mendatang nanti saya dicalonkan pada posisi yang lebih tinggi, maka saya tidak akan melewatkan nya.
• ATAU : " Saya mengharapkan untuk tetap berada dalam perusahaan dan dalam 5 tahun kedepan saya akan membuat perubahan besar dalam perusahaan ini."
• ATAU: "Saya ingin menjadi yang terbaik dalam perusahaan ini sebagai__________."


7.Pernahkah kau mempunyai konflik dengan pimpinan atau pengajar mu?
• Pewawancara akan melihat apakah anda adalah seseorang yang berkualitas atau calon pegawai yang biasa-biasa saja.
• Jangan jatuh kedalam jebakan.
• Dan jika anda benar-benar TIDAK pernah mempunyai masalah, ceritakan bagaimana mengatasi jika anda bertemu dengan masalah.


8.Apa alasan perusahaan kami menggaji anda?
• Ceritakan apa yang membedakan anda dengan kandidat lain.
• Ungkapkan dengan jelas bahwa kemampuan anda dapat memenuhi kebutuhan dari perusahaan.
9.Bagaimana anda menggambarkan pekerjaan impian anda ?
Gambaran tentang pekerjaan impianmu harus tergambar tidak jauh berbeda dengan pekerjaan yang kau lamar sekarang.

10.Apakah anda memilih bekerja pada pencarian informasi atau dengan bekerjasama dengan orang-orang?
• Biasanya pewawancara menjelaskan tentang pekerjaan dan kekuatan pada tiap bagian pekerjaan.
• Jangan membuat diri anda terlihat lemah pada bidang tertentu


11. Kriteria apakah yang harus dimiliki untuk menjadi pimpinan yang sukses?
Pertanyaan itu biasanya mempunyai 2 tujuan :
• Bagaimana anda mengatasi dirimu dengan manajemen.
• Bagaimana anda melihat dirimu sendiri sebagai seorang pimpinan


12. Apakah latar belakang pendidikan anda mempersiapkan anda pada jabatan yang anda inginkan?

Gambarkan latar belakang pendidikan anda yang ada hubungannya dengan pekerjaan yang anda lamar. Berikan contoh nyata, jika memungkinkan.

13. Berapa banyak pelatihan yang akan anda ikuti untuk meningkatkan kualitas kerjamu?
• Kata kuncinya adalah produktif.
• Anda dapat segera produktif. Pastikan ekspresi keyakinan pada dirimu untuk dapat membuat perubahan secepatnya.


14.Kenapa IPK anda tidak terlalu tinggi?

Jangan menyangkalnya dan membuat-buat alasan. Respon anda akan dapat mengubah nilai anda sebagai calon pegawai.
• Anda sangat aktif pada olahraga, kegiatan di luar kampus yang menyebabkan penurunan nilai anda, namun hal itu membuat anda senang berkompetisi.
• Anda bekerja sambilan semasa anda kuliah yang membuat penurunan nilai, namun membuat anda mempunyai pengalaman tentang pekerjaan.
• Anda membuat beberapa kesalahan, dan anda telah belajar dari kesalahan itu dan menjadikan kesalahan itu sebagai pengalaman anda.

(sumber:unknown)

15 Juni 2011

Perlu, Sebelum Anda Berhenti Kerja

Mau berhenti kerja? Anda tak boleh keluar begitu saja dari perusahaan tempat bekerja sekarang. Entah mau berhenti kerja secara permanen, atau pindah ke kantor lain, tetap ada hal-hal yang perlu diperhatikan.

Surat pengunduran diri
Buatlah surat pengunduran diri yang ringkas, lugas, dan tidak bertele-tele. Isi pentingnya adalah kapan Anda menyatakan berhenti bekerja. Lalu, tandatangani dengan nama Anda di bawahnya.

Sopan
Bagaimana pun kesalnya Anda dengan kantor ini [sampai Anda memutuskan untuk berhenti bekerja dan pindah ke kantor lain], jangan sampai terlontar ucapan-ucapan kasar --apalagi resmi, di atas kertas. Kata terimakasih dan penyesalan karena tidak bisa bergabung lebih lama, boleh juga Anda utarakan.

Beritahu atasan
Orang pertama yang harus Anda informasikan soal ini adalah atasan langsung Anda. Sebab, dia yang pertama sekali akan repot saat Anda tak ada. Alasan lainnya, siapa tahu dia bisa memperjuangkan Anda untuk meraih apa yang tak Anda dapatkan selama ini.

Teliti hak-hak Anda
Kadang-kadang, kemarahan atau dendam bisa 'membutakan' pikiran rasional. Cari tahu hal-hal yang menjadi hak Anda. Misalnya, tabungan hari tua, Jamsostek, bonus-bonus, dll. Lebih baik lagi kalau Anda menyempatkan diri mencari informasi soal UU atau Kepmen tentang hak dan kewajiban perusahaan/tenaga kerja.

Jangan bikin kesan jelek
Dunia kerja zaman sekarang sangat profesional. Orang yang sama bisa saja berpindah-pindah beberapa kali dan akhirnya 'mendarat' di salah satu kantornya yang terdahulu. Ini merupakan hal yang biasa. Karena itu, patut Anda camkan untuk tidak memberikan kesan yang jelek ketika Anda keluar dari sebuah perusahaan. Karena itu, don't burn the bridges.

Minta surat referensi
Ini gunanya berbaik-baik dengan atasan. Anda bisa memperoleh surat referensi dengan mudah, yang barangkali akan berguna di tempat baru atau ketika Anda mencari pekerjaan lainnya. Sebab, belum tentu Anda betah di tempat baru, kan?

Beritahu relasi
Ini sering dilupakan orang karena repotnya perpindahan kantor dan negosiasi dengan kantor baru. Padahal, informasi bahwa Anda pindah kantor sangat diperlukan oleh orang-orang yang banyak berhubungan dengan Anda. Karena itu, paling baik bila Anda sudah tahu akan menuju ke mana, supaya dalam 'pengumuman' berhenti kerja, Anda bisa menyebutkan alamat baru. (sumber:GloriaNet-GCM/AC)

14 Juni 2011

Ijinkan Aku Menciummu, Ibu.....

Sewaktu masih kecil, aku sering merasa dijadikan pembantu olehnya. Ia selalu
menyuruhku mengerjakan tugas-tugas seperti menyapu lantai dan mengepelnya
setiap pagi dan sore. Setiap hari, aku "dipaksa" membantunya memasak di pagi
buta sebelum ayah dan adik-adikku bangun.

Bahkan sepulang sekolah, ia tak mengijinkanku bermain sebelum semua
pekerjaan rumah dibereskan. Sehabis makan, aku pun harus mencucinya sendiri
juga piring bekas masak dan makan yang lain. Tak jarang aku merasa kesal
dengan semua beban yang diberikannya hingga setiap kali mengerjakannya aku
selalu bersungut-sungut.

Kini, setelah dewasa aku mengerti kenapa dulu ia melakukan itu semua.
Karena aku juga akan menjadi seorang istri dari suamiku, ibu dari
anak-anakku yang tidak akan pernah lepas dari semua pekerjaan masa kecilku
dulu.
Terima kasih ibu, karena engkau aku menjadi istri yang baik dari suamiku dan
ibu yang dibanggakan oleh anak-anakku.

Saat pertama kali aku masuk sekolah di Taman Kanak-Kanak, ia yang
mengantarku hingga masuk ke dalam kelas. Aku tak peduli dengan setumpuk
pekerjaannya di rumah, dengan rasa kantuk yang menderanya, atau terik, atau
hujan. Juga rasa jenuh dan bosannya menunggu, yang penting aku
senang ia menungguku sampai bel berbunyi.

Kini setelah aku besar, aku malah sering meninggalkannya, bermain bersama
teman-teman bepergian. Tak pernah aku menungguinya ketika ia sakit, ketika
ia membutuhkan pertolonganku disaat tubuhnya melemah.

Saat aku menjadi orang dewasa, aku meninggalkannya karena tuntutan rumah
tangga. Di usiaku yang menginjak remaja, aku sering merasa malu berjalan
bersamanya. Pakaian dan dandanannya yang kuanggap kuno jelas tak serasi
dengan penampilanku yang trendi. Bahkan seringkali aku sengaja mendahuluinya
berjalan satu-dua meter di depannya agar orang tak menyangka aku sedang
bersamanya.

Padahal menurut cerita orang, sejak aku kecil ibu memang tak pernah
memikirkan penampilannya, ia tak pernah membeli pakaian baru, apalagi
perhiasan. Ia sisihkan semua untuk membelikanku pakaian yang bagus-bagus
agar aku terlihat cantik, ia pakaikan juga perhiasan di tubuhku dari sisa
uang belanja bulanannya. Padahal juga aku tahu, ia yang dengan penuh
kesabaran, kelembutan dan kasih sayang mengajariku berjalan. Ia mengangkat
tubuhku ketika aku terjatuh, membasuh luka di kaki dan mendekapku erat-erat
saat aku menangis.

Selepas SMA, ketika aku mulai memasuki dunia baruku di perguruan tinggi, aku
semakin merasa jauh berbeda dengannya. Aku yang pintar, cerdas, dan
berwawasan seringkali menganggap ibu sebagai orang bodoh, tak berwawasan
hingga tak mengerti apa-apa, hingga kemudian komunikasi yang berlangsung
antara aku dengannya hanya sebatas permintaan uang kuliah dan segala
tuntutan keperluan kampus lainnya.

Usai wisuda sarjana, baru aku mengerti, ibu yang kuanggap bodoh, tak
berwawasan dan tak mengerti apa-apa itu telah melahirkan anak cerdas yang
mampu meraih gelar sarjananya. Meski ibu bukan orang berpendidikan, tapi
do'a di setiap sujudnya, pengorbanan dan cintanya jauh melebihi apa yang
sudah kuraih. Tanpamu ibu, aku tak akan pernah menjadi aku yang sekarang.

Pada hari pernikahanku, ia menggandengku menuju pelaminan. Ia tunjukan
bagaimana meneguhkan hati, memantapkan langkah menuju dunia baru itu.

Sesaat kupandang senyumnya begitu menyejukkan, jauh lebih indah dari
keindahan senyum suamiku. Usai akad nikah, ia langsung menciumku saat aku
bersimpuh di kakinya, saat itulah aku menyadari ia juga yang pertama kali
memberikan kecupan hangatnya ketika aku terlahir ke dunia ini.
Kini setelah aku sibuk dengan urusan rumah tanggaku, aku tak pernah lagi
menjenguknya atau menanyai kabarnya. Aku sangat ingin menjadi istri yang
shaleh dan taat kepada suamiku hingga tak jarang aku membunuh kerinduanku
pada ibu. Sungguh, kini setelah aku mempunyai anak, aku baru tahu bahwa
segala kiriman uangku setiap bulannya tak lebih berarti dibanding
kehadiranku untukmu.
Aku akan datang dan menciummu ibu, meski tak sehangat cinta dan kasihmu
kepadaku.(Sumber:Unknown)

13 Juni 2011

Pengalaman Yang Berguna Seumur Hidup

Ada seorang anak dari teman, sudah setengah tahun lulus Wisuda, tidak pergi mencari kerja, pagi tidur sampai siang, malam pergi main internet sampai tengah malam. Belakangan ini meminta uang kepada orang tuanya, mau pergi ke Amerika menuntut ilmu lebih dalam lagi. Teman ini bertanya kepada saya, mesti tidaknya dia membiarkan dia pergi. Saya menatap rambut yang banyak putihnya teman saya dalam dalam & berkata: ?Jika kamu berniat agar anak kamu baik nantinya, biarkan dia pergi, tapi jangan kasih dia uang.?
Saya terpikir cerita keponakan saya. Dia adalah warga Amerika, dari kecil selalu berpikir mau jadi pengembara, ingin berkelana melihat lihat dunia luar, jadi ingin pergi berkeliling dunia, nanti setelah kembali mau melanjutkan sekolah di Universitas. Biarpun ayahnya seorang dokter, ekonomi keluarga memungkinkan, tetapi ayah ibunya tidak memberinya uang dan dia juga tidak memintanya dari mereka.Sesudah tamat SMA, maka dia segera pergi ke hutan Alaska untuk memotong kayu untuk menabung. Karena di Alaska saat musim panas siang hari sangat panjang, matahari baru terbenam kira kira tengah malam dan sebentar kemudian jam 3 subuh sudah terbit lagi. Jika dalam sehari dia bisa bekerja 16 jam, memotong kayu selama 1 musim, mak dia bisa menabung untuk keliling dunia selam 3 musim. Maka setelah keliling dunia 2 tahun akhirnya kembali ke sekolah untuk meneruskan pelajaran di Universitas. Dan karena hal ini adalah dirinya sendiri yang memikirkan matang matang & secara mendalam, maka jurusan pilihannya yang semestinya perlu 4 tahun untuk lulus, diselesaikannya dalam waktu 3 tahun. Setelah itu mulai mencari pekerjaan.Karirnya cukup baik, bisa dibilang searah dengan arah angin, lancar naik terus sampai ke posisi Kepala Insinyur/ Manajer Teknik.
Ada suatu saat dia bercerita kepada saya dan mengatakan hal di bawah ini yang mempengaruhinya seumur hidup. Ketika dia bekerja paruh waktu di Alaska, pernah sekali dia dan temannya mendengar teriakan erangan serigala di atas gunung. Mereka sangat cemas dan mulai mencari cari, akhirnya menemukan seekor serigala betina terjerat jebakan dan sedang merintih kesakitan. Terus dia memperhatikan alat jebakan besi yang unik dan tahu bahwa itu adalah milik seorang Pak Tua. Pak Tua ini adalah amatiran, menggunakan waktu luangnya untuk menangkap binatang, kemudian menjual kulitnya untuk menambah kebutuhan dapurnya. Tetapi setahu mereka, si Bapak Tua tadi beberapa hari lalu karena serangan jantung telah diangkut pakai helicopter ke rumah sakit Ancrukhy untuk mendapatkan pertolongan dan dirawat sekarang. Dan serigala betina ini bakal mati kelaparan karena tidak diurus.
Timbul keinginan dia melepaskan serigala betina itu tetapi serigala itu sangat ganas & garang sehingga dia tidak dapat mendekat. Dia juga mengamati ada tetesan susu dari serigala betina ini dan ini menandakan bahwa di sarangnya pasti ada anak anak srigala.
Dia & temannya menghabiskan banyak sekali tenaga & energi untuk mencari sarang srigala, sampai menemukan 4 ekor anak serigala dan membawa mereka ke tempat serigala betina tadi untuk diberikan susu. Dengan demikian bisa menghindarkan mereka dari bahaya mati kelaparan. Dia mengeluarkan bekal makanan sendiri untuk diberikan ke serigala betina sebagai makanan & mempertahankan hidupnya. Malam hari masih harus berkemah di sana dekat serigala betina untuk menjaga serigala & keluarganya dari serangan binatang lain karena ibu serigalanya terjerat tidak bisa membela keamanan diri sendiri maupun anak anaknya.
Hal ini terus berlangsung sampai hari kelima, saat dia mau memberi makan serigala betina, tiba tiba dia memperhatikan serigala tadi mulai menggoyang goyangkan ekornya. Kemudian dia tahu kalau dia sudah mulaimendapatkan kepercayaan dari serigala betina ini. Akhirnya setelah berlalu 3 hari lagi, baru serigala betina mengizinkan dirinya didekati, membuka jeratan jebakan yang menjepitnya dan melepaskannya bebas kembali. Setelah bebas, serigala betina ini kemudian menjilat tangannya dan membiarkan dia memberikan obat luka di kakinya. Terakhir serigala betina ini membawa anak anaknya pergi, dengan sesekali memutarbalikkan kepalanya melihat ke belakang ke arah dia.
Dia terduduk di atas batu dan berpikir, jika seorang manusia bisa membuat seekor binatang buas seperti serigala menjilat tangannya dan menjadi temannya, apakah bisa tidak mungkin seorang manusia membuat manusia lain meletakkan senjatanya & berkawan? Dia bertekad di kemudian hari untuk berbuat baik & menunjukkan ketulusan hati kepada orang lain, karena dari kasus ini dia mempelajari bahwa dia terlebih dahulu menunjukkan ketulusan hati, maka lawan pasti akan membalasnya dengan ketulusan juga. (Sambil bergurau dia berkata, jika demikian saja tidak bisa, maka kalah sama binatang.)
Karenanya setelah masuk bekerja, di perusahaan dia berbaik hati kepada orang lain. Pertama tama selalu menganggap orang lain berniat baik, kemudian sendiri bersikap tulus, sering kali suka menolong orang lain, tidak berhati sempit & mengingat kesalahan kesalahan kecil orang lain.Oleh karena ini setiap tahun dia selalu naik jabatan, promosinya cepat sekali. Yang paling penting adalah dia setiap hari melewati kehidupannya dengan sangat gembira, katanya orang yang membantu orang lain adalah lebih gembira dibandingkan dengan orang yang menerima bantuan. Biarpun dia tidak pernah tahu peribahasa tionghua bahwa [memberi lebih berkurnia kebajikan daripada menerima], tetapi dia telah menjalankan kehidupan yang demikian.
Dia berkata kepada saya bahwa dia selalu berterima kasih atas pengalaman dia di Alaska dulu, karena ini membuat dia menerima rejeki kebajikan yang tak habis habisnya seumur hidup ini. Dan ini benar sekali, hanya sesuatu hal yang kita mau, yang bisa kita hargai, strawberry yang sudah mendapatkan embun baru akan manis, manusia yang sudah diasah kesulitan baru menjadi dewasa dan matang.
Jika ada seseorang yang tamat Universitas dan tidak tahu mau bekerja apa, maka harus membiarkan dia pergi keluar untuk diasah oleh sang kehidupan, tidak perlu memberikan dia uang, biarkan dia mencari makan dengan tenaganya, berikan dia 1 kesempatan untuk membuktikan kekuatan dirinya & mencicipi kehidupan, niscaya & percaya dia pasti bisa mendapatkan sebuah pengalaman yang berguna seumur hidup.
Selamat Beraktifitas & Berkarya

(Oleh Hung Lan-Head of Neurology Research Center ? National Central University Taiwan)

12 Juni 2011

PEMBELI ISTIMEWA

Pada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang

peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli

manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai). Bukan

main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana

di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia

membungkus manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu

kepada si pengemis, muncullah si pemilik toko berseru, "Tunggu, biarkan

saya yang menyerahkannya". Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan

itu kepada si pengemis.

Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran dari

tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, "Terima kasih atas

kunjungan anda".

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko,

"Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri belum

pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan

kasirlah yang melayani pembeli".

Si pemilik toko itu berkata, "Saya mengerti mengapa kau heran. Semestinya

kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku

ingin langsung menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah

pelanggan biasa, namun kali ini lain."

"Mengapa lain," tanya pelayan.

"Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli

kue di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah

begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi

mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat panting baginya. Karena

itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah

mengapa aku melayaninya", demikian penjelasan sang pemilik toko.

~~~

Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka

itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak

mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah

ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan.

Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus

meletakkan nilainya.

by Konosuke Matsushita
Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought, dari buku
Etos Bisnis dan Etika Manajemen)

11 Juni 2011

Pelajaran Satu Juta Dollar

Seorang sopir taxi telah mengajarkan pada saya bagaimana memenuhi harapan
dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran berharga satu juta Dollar. Mungkin
anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang pembicara
profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi bagi karyawan
perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga
12 Dollar saja.

Ceritanya begini:
Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk menemui seorang klien. Waktu itu
sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport. Saya menyetop
sebuah taxi. Begitu tiba, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk
saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.

Begitu ia duduk di belakang kemudi, ia menunjuk sebuah koran Wall Street
Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Lalu ia menawarkan
beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. "Wow," saya
cukup terperanjat dengan pelayanan yang diberikannya. Saya menoleh ke
sekeliling. Jangan-jangan ada program "Candid Camera" yang ingin menjebak
dan mengolok-olok saya. Dengan penuh penasaran saya memberanikan bertanya
pada sopir taxi itu, "Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan
pekerjaan anda ini. Tentu anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan
anda ini"

"Anda salah," jawabnya, "Dulu saya bekerja di Corporate America. Tetapi saya
merasa lelah karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik
dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian
saya memutuskan untuk menemukan sebuah ceruk dalam kehidupan saya dimana
saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang
terbaik."

"Saya tahu," lanjutnya, "Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan
roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan
pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang
terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri
saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi."

"Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya
ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis
saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya.
Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang
biasa-biasa saja."

Wow, sebuah pelajaran nyata yang luar biasa. Menurut anda, apakah saya
memberinya tip besar atas pelayanan yang diberikannya? Anda salah! Dia
adalah kerugian bagi Corporate America, tetapi teman perjalanan yang baik.

Sumber: Disadur dari Petey Parker, A Million Dollar Lesson

10 Juni 2011

PELAJARAN HIDUP

Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu ... sebagai
balasannya ... kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ...
sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih
sayang ... sebagai balasannya ... kamu buang piring berisi makananmu ke
lantai

Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagai
balasannya ... kamu corat coret tembok rumah dan meja makan

Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah
... sebagai balasannya ... kamu memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah ... sebagai
balasannya ... kamu berteriak "NGGAK MAU ...!"

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola ... sebagai balasannya ...
kamu melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim ... sebagai balasannya ...
kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu ...
sebagai balasannya ... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau
belajar

Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam
renang sampai pesta ulang tahun ... sebagai balasannya ... kamu melompat
keluar mobil tanpa memberi salam

Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu ke
bioskop ... sebagai balasannya ... kamu minta dia duduk di barisan lain

Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus
untuk orang dewasa ... sebagai balasannya ... kamu tunggu sampai dia
keluar rumah

Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut
karena sudah waktunya ... sebagai balasannya ... kamu bilang dia tidak
tahu mode

Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama
liburan ... sebagai balasannya ... kamu nggak pernah menelponnya.

Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu ...
sebagai balasannya ... kamu kunci pintu kamarmu

Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil ...
sebagai balasannya ... kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa
mempedulikan kepentingannya

Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting ...
sebagai balasannya ... kamu pakai telpon nonstop semalaman

waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA
... sebagai balasannya ... kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai
pagi

Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu
ke kampus pada hari pertana ... sebagai balasannya ... kamu minta
diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen

Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya "Darimana saja seharian ini?"
... sebagai balasannya ... kamu menjawab "Ah, cerewet amat sih, pengen
tahu urusan orang."

Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus
untuk karier masa depanmu ... sebagai balasannya ... kamu bilang "Aku
nggak mau seperti kamu."

Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus
perguruan tinggi ... sebagai balasanmu ... kamu nanya kapan kamu bisa
main ke luar negeri

Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk
rumah barumu ... sebagai balasannya ... kamu ceritain ke temanmu betapa
jeleknya furniture itu

Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya
tentang rencana di masa depan ... sebagai balasannya ... kamu mengeluh
"Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu."

Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu ...
sebagai balasannya ... kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari
500 km

Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat
bayimu ... sebagai balasannya ... kamu katakan "Sekarang jamannya sudah
beda."

Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta
salah satu saudara dekatmu ... sebagai balasannya kamu jawab "Aku sibuk
sekali, nggak ada waktu."

Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan
perawatanmu ... sebagai balasannya ... kamu baca tentang pengaruh
negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya

dan hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang ... dan tiba-tiba
kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, ... dan itu
menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam

MAKA ..

JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA ... BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN
LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI JIKA ORANG TUAMU SUDAH
TIADA ... INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA
DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU, sebelum kamu menyesal ....


Sharing is Caring.......

(sumber:unknown)

07 Juni 2011

NETWORK : SPEED YOUR WAY UP!

Networking bisa dimulai dari mana saja. Percakapan dengan rekan saat makan siang bisa jadi awal jaringan kerja anda. “Dari hal-hal kecil seperti ini, anda bisa meningkatkan hubungan jadi lebih intensif. Yang penting ingatlah pribadi mereka secara mendetail. Gunakan informasi itu pada kesempatan yang tepat ,”kata Catherine Fleming, konsultan karier di Career Psychology.
Anda sudah siap membuka jalan meraih karier impian? Simak segera 8 kunci sukses memasuki dunia pergaulan profesional berikut:

1.Jadi Humas Untuk Diri Sendiri

Langkah berikut, buat orang lain tahu kemampuan dan prestasi Anda. “Sebarkan” informasi ini saat Anda bertemu relasi baru. Caranya, ceritakan sekelumit cerita sukses Anda. Yang penting, lakukan dengan benar. Buang jauh-jauh sikap menyombongkan diri. “Cerita sukses ini akan memberi kesan kalau Anda antusias dan cinta pada pekerjaan.” Kata Baines. Jika Anda pernah menghadapi masalah dalam kerja, hindari godaan untuk bercerita pada orang yang tak begitu kenal.

2.Berbagi Hal Yang Menyenangkan

Perhatikan baik-baik sekeliling kantor. Anda pun akan melihat banyak kesempatan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Mulai membuat dengan rekan kerja senang dan merasa nyaman bekerja dengan Anda. Bila seorang klien mengirim kartu ucapan terimakasih untuk tim kerja, kirim salinan pada anggota tim kerja dan atasan Anda. Hal yang sama perlu dilakukan saat ada rekan lain yang berhasil menggamit klien baru atau tim kerja yang memenangkan tender. “Kirim kartu atau e-mail berisi ucapan selamat. Rekan-rekan akan mengingat Anda sebagai seorang partner kerja yang simpatik.

3.Bersosialisasi
Jangan terlalu banyak tengggelam di belakang meja kerja. Sesekali, hirup udara segar di luar sana. Temui orang-orang yang punya potensi tinggi untuk memajukan karier..“Ajak rekan kerja atau klien untuk makan siang bersama, atau telepon untuk sekadar bertukar kabar,” kata Fleming. Usahakan untuk memenuhi setiap undangan ke acara atau pertemuan. Jangan lupa persenjatai diri dengan informasi orang yang akan Anda temui. Jika merasa nervous, genggam saja erat-erat gelas minuman. Tarik nafas dalam-dalam. Tapi jangan lupa untuk selalu tersenyum!

4.Biarkan Mereka Bicara
Apa yang akan Anda lakukan saat menghadapi klien penting? “Pasang telinga baik-baik,” saran Fleming.Ujian terberat dalam sosialisasi adalah jadi pendengar yang baik. “Waktu terlibat percakapan dengan seseorang, perhatikan isi pembicaraannya. Dengarkan dengan sabar. Jangan sampai terlihat seperti sedang ‘menunggu giliran’ untuk bicara. Biarkan ada sedikit jeda sebelum menaggapi lawan bicara. Networking bisa dibilang sukses jika Anda bisa ‘memanen’ informasi. Makin banyak Anda bisa membuat relasi bicara, makin banyak informasi yang Anda dapatkan.

5.Buang Sikap Angkuh

Aturan utama dalam Networking adalah untuk tidak memandang sebelah mata orang yang berposisi lebih rendah dari Anda.

6.Buat Mereka Merasa Penting

Siapa yang tak merasa senang mendapat kartu ucapan pada hari ulang tahunnya? Buat relasi Anda jadi orang penting dengan mengingat beberapa detail pribadinya.. “Agar tak lupa, catat dalam agenda,” kata Fleming. Saat mengirim kartu ucapan, tuliskan beberapa kalimat yang membuat terasa lebih pribadi. Kirim kartu ucapan pada hari raya, ulang tahun atau perkawinan. Bukan tak mungkin, sebagai balasan, ia akan memberi rekomendasi baik terhadap Anda pada perusahanya.”

7.Mari Bergabung
Banyak perkumpulan, organisasi atau club professional yang didirikan dengan tujuan untuk membangun networking. Agar jaringan Anda lebih mantap, cobalah bergabung di salah satu perkumpulan yang paling sesuai dengan Anda. Bisa organisasi professional atau sosial lainnya. “Menjadi anggota suatu perkumpulan adalah cara yang efektif untuk bertemu, berkenalan dan melakukan kontak dengan orang-orang yang bisa membantu perkembangan karier Anda,” kata Brendan Austin dari The Marketing Guild.
Melalui perkumpulan professional misalnya, nama Anda akan lebih dikenal di berbagai kalangan. Informasi penting seputar pekerjaan dan penawaran menarik pun akan datang sebelum diiklankan di Media massa. Cara lain yang tak kalah jitu? Ikutlah kursus, pelatihan professional atau club internet.
(sumber:Majalah Kosmopolitan)

05 Juni 2011

NEGOISASI GAJI

Suatu saat, anda sudah berhasil melewati beberapa tahapan wawancara di suatu perusahaan. Sang manajer terlihat antusias dan tertarik untuk merekrut anda.
Kemudian dia melontarkan satu pertanyaan, “ Berapa gaji yang anda inginkan ?” Jika tidak mempersiapkan diri untuk pertanyaan ini, pastilah anda bingung, harus menjawab apa.

Negoisasi gaji merupakan salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Jika anda menyebutkan angka yang terlalu tinggi, perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya merekrut anda. Sebaliknya, jika jumlah yang diminta terlalu rendah,anda diterima,namun gaji yang didapatkan dibawah standar yang seharusnya dibayarkan perusahaan tersebut.Setelah bekerja selama beberapa waktu, ternyata anda mengetahui fakta tersebut , pastilah anda akan merasa kecewa. Dan satu lagi yang patut diketahui, meminta kenaikan gaji, walaupun mungkin, bukanlah proses yang mudah.

Untuk “memenangkan” negosisasi gaji pada saat interview, ikuti petunjuk berikut :

PERATURAN NO. 1 : Dapatkan Informasi
Sebelum wawancara,manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan informasi dari teman atau senior anda yang bekerja di di perusahaan tersebut/industri serupa , terutama untuk divisi atau posisi yang sama.Sumber lain adalah internet atau tabloid yang memuat mengenai survey/informasi gaji.

PERATURAN NO. 2 : Mendengarkan
Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang anda inginkan. Semakin lama anda”menunda”, maka semakin banyak informasi yang bisa didapatkan untuk “memenangkan” negoisasi gaji. Langkah awal, pada saat wawacara, anda sebaiknya “mencari tahu” dari sang pewawancara, ada berapa banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa lama lowongan tersebut dibuka. Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang lama, ada kemungkinan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang memenuhi kualifikasi. Jika anda high qualified, mungkin anda bisa mendaptkan nominal yang dinginkan.


PERATURAN KE 3 : Berlatih

Anda boleh menyebutkan sejumlah angka pada saat bernegoisasi. Tetapi jangan terlalu tinggi dari standar gaji yang berlaku untuk industri/ perusahaantersebut. Jika ini terjadi, pewawancara malah menganggap anda tidak serius.Ini berarti anda kehilangan kesempatan. Jika anda menginginkan sejumlah nominal yang tinggi untuk gaji anda, katakanlah sejumlah gaji pada top range, tunjukkah bahwa anda kualifikasi anda memang pantas untuk itu. Sebelum hari wawancara, anda bisa mempersiapkan “pidato” selama 1-2 menit yang mendeskrisikan apa yang anda bisa berikan untuk perusahaan jika anda diterima bekerja di tempat tersebut.
Satu hal yang harus dingat, pada saat perusahaan memberikan penawaran, anda tidak harus memberikan jawaban saat itu juga. Anda bisa minta waktu untuk mempertimbangkan semuanya dalam mengambil keputusan. Jika tawaran perusahaan lebih rendah dari yang anda harapkan, anda bisa saja menolak. Apalagi pada saat bersamaan, ada tawaran yang lebih menggiurkan dari perusahan lain. Namun, ada hal lain yang patut dipertimbangkan, apakah posisi yang ditawarkan nerupakan langkah strategis untuk perkembangan karir anda.

BEBERAPA SITUASI DALAM NEGOSISASI GAJI :

1. Perusahaan melakukan “secreening phobe call”

Yang harus anda lakukan adalah bertanya dengan sopan mengenai kisaran gaji untuk posisi tersebut.
Jika si penelpon tidak memberikan informasi untuk hal tersebut, anda sebaiknya merespon dengan mengatakan,” Berdasarkan informasi yang saya dapatkan mengenai standar gaji untuk industri ini, mencakup gaji pokok, lembur, training, dan fasilitas yang ada, asuransi kesehatan, biaya perjalanan, jenjang karir,bonus, komisi, dan jenis profit sharing lainnya, gaji yang saya inginkan berkisar Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,- ( berikan kisaran yang luas).Saya bersedia datang untuk wawancara pada hari X jam X. Apakah Bapak/ ibu bersedia mempertimbangkan?

2. Jika pewawancara mengajukan pertanyaan mengenai gaji pada saat awal wawancara, anda punya 3 pilihan :

a. Berusaha menunda negoisasi dengan mengatakan, “Saya melamar untuk posisi ini karena sangat tertarik akan bidang ini dan perusahaan anda.Tetapi saya rasa saya baru bisa membahas masalah gaji dengan anda setelah kita berdua “yakin” bahwa saya memang memenuhi kualifikasi untuk posisi ini.”

b. Memberikan respon yang tidak spesifik dengan mengatakan, “ Selama saya dibayar sesuai standar perusahaan anda dan tanggung jawab yang harus saya penuhi untuk posisi ini, saya rasa tidak ada masalah.”

c.”Membalikkan” pertanyaan kepada pewawancara

Jika pewawancara melontarkan pertanyaan di awal wawancara ,” Jika anda diterima bekerja di sini, berapa gaji yang anda inginkan?
Maka anda bisa menjawab seperti ini, ‘ Saya sangat tertarik untuk berkerja di sini, menjadi bagian dari perusahaan ini. Tetapi sebelumnya saya ingin mengetahui, untuk kualifikasi kandidat dengan latar pendidikan dan keahlian seperti saya, berapakah standar gaji di perusahaan ini ?

3. Negoisasi gaji di pertengahan wawancara

a. Perusahaan menawarkan gaji dalam kisaran yang sesuai/ bisa anda terima
• Pewawancara mengatakan, “ Gaji untuk posisi ini berkisar dari Rp xxx,- sampai dengan Rp yyy,- Apakah anda bersedia menerima tawaran ini ?
• Yang harus anda katakan, “ Saya sangat menghargai tawaran ini. Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan ini.Jumlah yang anda sebutkan tadi adalah yang seperti saya harapkan untuk gaji pokok,ditambah dengan beberapa aspek lainnya seperti asuransi, uang lembur, dan fasilitas lainnya.

b. Anda hanya tertarik pada top range dari gaji yangdi tawarkan
Yang harus anda katakan, “Terimakasih atas tawaran anda untuk bergabung dengan perusahaan ini. Saya yakin berbagai keahlian yang saya miliki merupakan benefit bagi perusahaan ini.Berdasarkan apa yang saya ketahui mengenai standar gaji dan penawaran dari perusahaan lain,saya harus mengatakan bahwa saya hanya bisa mengatakan “ya” untuk kisaran atas dari jumlah yang Bapk/ Ibu sebutkan tadi .

c. Jika anda sama sekali tidak tertarik dengan gaji yang ditawarkan.
Yang harus anda katakan, “Terimakasih atas tawaran Bapak/ Ibu untuk bergabung dengan perusahaan ini. Saya sangat tertarik untuk mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan ini.Namun ada beberapa perusahaan lain yang juga memberikan tawaran kepada saya, untuk posisi yang sama dan gaji yang lebih tinggi. Tentu saja, uang bukan faktor penentu utama, saya juga mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti training, jenjang karir,dan sebagainya.

d. Pewawancara tidak menyebutkan jumlah kisaran gaji
Yang harus anda katakan,” Dari apa yang saya ketahui, berdasarkan standar industri, gaji pokok untuk posisi ini adalah sebesar Rp xxx. Dan berdasarkan pendidikan dan keahlian yang saya miliki, saya mengharapkan gaji pada middle range, katakan lah Rp yyy. Baagimana menurut Bapak/ Ibu ?

4. Jika pewawancara memberikan penawaran di akhir wawancara
Ini berarti pewawancara sangat tertarik untuk merekrut anda. Yang harus anda katakan, “ Saya siap untuk menerima penawaran terbaik dari perusahaan ini.”
Dan jika gaji ditawarkan memang seperti apa yang anda inginkan, katakan , “Hal terpenting bagi saya adalah kesempatan untuk bergabung di perusahaan ini, dan saya yakin gaji yang ditawarkan sangat kompetitif.”

petunjuk untuk “FRESH GRADUATES”
• Perusahaan memilih anda karena kualifikasi yang dimiliki, bukan gaji yang anda sebutkan. Perusahaan menerima anda bekerja adalah untuk meningkatkan profit mereka.
• Dalam wawancara, anda harus meyakinkan bahwa anda mampu mengerjakan tugas/tanggung jawab untuk posisi tersebut. Jika tidak, mereka tidak akan memberikan penawaran apapun bagi anda.
• Jika anda belum memiliki pengalaman kerja, ingat akan kualitas anda yaitu pendidikan dan keahlian.Dua hal itulah yang akan membuat anda sukses di dunia kerja.
• Apa yang membuat perusahaan memutuskan menerima anda ? 95% nya berdasarkan kepribadian, antusiasme, dan keahlian anda. 5% nya adalah karena keahlian khusus yang anda miliki.

PERATURAN NO. 4 : Jika Penawaran Resmi Telah Dibuat
Jika penawaran resmi telah dibuat, ajukan pertanyaan sebagai berikut :
• Apakah ada kesempatan promosi untuk posis ini ? Untuk posisi atau level apa?
• Kapan dan bagaimanakah penilaian kinerja pegawai untuk posis ini ?
• Apakah penilaian tersebut termasuk untuk review gaji ?
• Seperti apakakah peningkatan gaji yang ditawarkan untuk 3-5 tahun mendatang?

• PASTIKAN BAHWA PENAWARAN GAJI TELAH MENCAKUP KESELURUHAN DAN DALAM BENTUK TERTULIS.
• PASTIKAN ANDA TELAH MENGEVALUASI KESELURUHAN KOMPENSASI YANG DITAWARKAN, BUKAN HANYA GAJI.
Selain gaji, biasanya perusahaan juga memberikan kompensasi dalam bentuk :
• Asuransi kesehatan ( dengan atau tanpa mencakup perawatan gigi & mata ) .Walaupun perusahaan tidak meng-cover semua biaya , fasilitas ini akan membuat anda membayar lebih murah.
• Asuransi jiwa.
• Asuransi kecelakaan, terutama untuk pegawai yang sering bepergian/ jenis pekerjaan dengan risiko tinggi
• Peningkatan gaji untuk 3-5 tahun pertama.Apakah hanya peningkatan pertahun? Atau ada peningkatan gaji/pemberian bonus berdasarkan prestasi kinerja ?
• Fasilitas cuti
• Biaya pensiun ( berlaku untuk perusahaan tertentu)
• Profit sharing
• Stock option. Beberapa perusahaan menerapkan sistem pembagian saham kepada karyawan
• Training atau pendidikan tertentu
• Uang lembur & transportasi
• Fasilitas kredit kendaraan/rumah

PERATURAN NO. 5 : Hal lain yang harus diperhatikan
• Ucapkan terimakasih atas penawaran yang diberikan
• Jangan langsung bernegoisasi pada saat pewawancara menyebutkan penawaran.Mintalah waktu untuk mempertimbangkan kompensasi secara keseluruhan,bukan hanya gaji.
• Pada saat bernegoisasi, jangan katakan,’ Saya meminta,” Yang terbaik anda harus mengatakan, ‘ Saya mengharapkan…., “
• Terkadang gaji yang ditawarkan mungkin lebih rendah dari yang anda inginkan.Sebelum meng-iya-kan atau menolak, pertimbangkanlah faktor lain seperti reputasi perusahaan, budaya perusahaan, suasana kerja, macam asuransi yang ada, training dan pendidikan, dan sebagainya.
(sumber:unknown)

04 Juni 2011

Meraih Pekerjaan Impian

Apakah anda salah satu dari mereka yang bertahan di suatu pekerjan meski merasa bosan dan tak puas, hanya karena takut menghadapi risiko ?

Bila anda ingin benar-benar memiliki pekerjaan yang anda sukai, Anda harus segera bergerak. Ingatlah, waktu terus berjalan, dan semakin tua usia seseorang, semakin berkurang antusiasme dan optimisme nya. Hingga biasanya orang yang lebih muda akan lebih disukai untuk menduduki suatu posisi karena semangatnya yang masih tinggi. Cari tahu impian dan minat anda, kenali kelebihan anda lalu buat calon bos anda terkesan.

1.Buatlah daftar hal-hal yang anda sukai dan tidak.Apa yang membuat anda tidak betah dengan karier anda sekarang ? Job desk yang tidak jelas atau terlalu banyak sehingga anda tidak punya waktu untuk keluarga? Capek karena terlalu banyak deadline? Gaji yang tidak sesuai ? Lingkungan kerja yang tidak menyenangkan ? Atau karena atasan anda ? Sedangkan untuk daftar yang disukai, tulislah apa yang disukai dari pekerjaan anda, kegiatan di waktu luang, atau saat berada di rumah.Apa saja yang membuat anda merasa senang dan bersemangat?

2. Jika anda sudah mengetahui apa yang menjadi minat anda, luangkan waktu untuk mencari tahu karir/pekerjaan apa saja yang sesuai dengan minat anda tersebut.

3. Pengalaman dan keahlian anda yang sekarang ( kemampuan berkomunikasi, kepemimpianan, planning & organizing) , bisa dijadikan “modal” untuk berkarir di bidang yang baru.

4. Jika profesi yang anda minati ternyata mengharuskan anda mengambil kursus atau pendidikan tertentu, pastikan lembaga tersebut memiliki akreditasi yang baik. Dapatkan juga informasi apakah lembaga tersebut membantu para lulusannya untuk mendapatkan pekerjaan

5. Networking sangat penting karena membantu anda mendapatkan informasi dan petunjuk mengenai pekerjaan atau peluang di bidang /industri tertentu. Bahkan mungkin anda bisa berkenalan dengan orang-orang baru sehinga networking anda menjadi lebih luas lagi. Banyak pihak yang bisa menjadi bagian dari networking anda. Kolega / klien anda, teman-teman, keluarga, bahkan alumni kampus anda yang bekerja di bidang yang anda minati.

6. Cobalah untuk mendapatkan pengalaman kerja di bidang baru tersebut dengan cara bekerja part time, atau di akhir minggu Selain pengalaman, anda juga akan lebih mengetahui lebih jauh mengenai pekerjaan tersebut. Dengan demikian anda bisa mempertimbangkan, apakah sudah yakin dengan keputusan untuk beralih profesi ke bidang lain

7. Karena karir dan perkembangannya merupakan bagian yang penting dalam hidup anda, cobalah untuk berkonsultasi dengan seorang mentor.

8. Beralih profesi belum tentu membuat anda pindah tempat kerja. Manajemen yang baik biasanya memahami bahwa produktivitas karyawan dipengaruhi oleh kondisi psikologis. Semakin nyaman seseorang dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya, maka semakin tinggi produktivitasnya. Anda sebaiknya mencari tahu, apakah perusahaan tempat bekerja anda sekarang cukup fleksibel untuk job switch.Jika iya, anda bisa membicarakannya dengan pihak manajemen. Satu hal yang perlu dingat, sebelum memulai perbincangan, pastikan anda sudah harus siap, terutama untuk skill yang dibutuhkan untuk menunjang performa anda di bidang yang baru tersebut.

9.Selagi mengikuti kursus atau pendidikan tertentu , anda sebaiknya mulai mempersiapkan diri untuk “strategi menjual diri “, dimulai dengan mencari peluang kerja beserta standar gaji untuk bidang tersebut, membuat surat lamaran dan riwayat hidup yang spesifik dan meyakinkan, dan mempersiapkan diri menghadapi wawancara. Ingatlah, wawancara merupakan kesempatan anda untuk menunjukkan secara langsung dan menjelaskan tentang keahlian dan kemampuan anda kepada pewawancara.

10.Bersikaplah fleksibel saat anda berada di tempat kerja yang baru, terutama untuk status kerja, jabatan dan gaji. Tekankan pada diri anda diri sendiri bahwa yang anda jalani sekarang adalah untuk pengembangan karir yang lebih baik.
(sumber:unknown)

01 Juni 2011

Menjadi Seorang Sahabat

Ada satu perbedaan antara menjadi seorang kenalan dan menjadi seorang
sahabat.
Pertama, seorang kenalan adalah seorang yang namanya kau ketahui, yang
kau lihat berkali-kali, yang dengannya mungkin kau miliki persamaan,
dan yang disekitarnya kau merasa nyaman.
Ia adalah orang yang dapat kau undang ke rumahmu dan dengannya kau
berbagi.
Namun mereka adalah orang yang dengannya tidak akan kau bagi hidupmu,
yang tindakan-tindakannya kadang-kadang tidak kau mengerti karena kau
tidak cukup tahu tentang mereka.

Sebaliknya, seorang sahabat adalah seseorang yang kau cintai..
Bukan karena kau jatuh cinta padanya, namun kau peduli akan orang itu,
dan kau memikirkannya ketika mereka tidak ada.
Sahabat-sahabat adalah orang dimana kau diingatkan ketika kau melihat
sesuatu yang mungkin mereka sukai, dan kau tahu itu karena kau
mengenal mereka dengan baik.
Mereka adalah orang-orang! yang fotonya kau miliki dan wajahnya selalu
ada di kepalamu.
Mereka adalah orang-orang yang kau lihat dalam pikiran mu ketika kau
mendengar sebuah lagu di radio karena mereka membuat dirimu berdiri
untuk menghampiri mereka dan mengajak berdansa dengan mereka atau mungkin
kau yang berdansa dengan mereka, mungkin mereka menginjak jari kakimu,
atau sekedar menempatkan kepala mereka di pundakmu.
Mereka adalah orang-orang yang diantaranya kau merasa aman karena kau
tahu mereka peduli terhadapmu.
Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa kabarmu, karena sahabat
sesungguhnya tidak butuh suatu alasanpun.

Mereka berkata jujur-pertama kali - dan kau melakukan hal yang sama.
Kau tahu bahwa jika kau memiliki masalah, mereka akan bersedia
mendengar.
Mereka adalah orang-orang yang tidak akan menertawakanmu atau
menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, dan jika mereka
benar-benar menyakitimu, mereka akan berusaha keras un! tuk memperbaikinya.
Mereka adalah orang-orang yang kau cintai dengan sadar ataupun tidak.
Mereka adalah orang-orang dengan siapa kau menagis ketika kau tidak
diterima di perguruan tinggi dan selama lagu terakhir di pesta
perpisahan kelas dan saat wisuda.

Mereka adalah orang-orang yang pada saat kau peluk, kau tak akan
berpikir berapa lama memeluk dan siapa yang harus lebih dahulu
mengakhiri.
Mungkin mereka adalah orang yang memegang cincin pernikahanmu, atau
orang yang mengantarkan / mengiringmu pada saat pernikahanmu, atau
mungkin adalah orang yang kau nikahi.

;'+:*4`3$34`*:;+:*4`3$34`*:;';
Love bears all things
Believe all things
Hope all things
Endure all things
Love never dies
;'+:*4`3$34`*:;+:*4`3$34`*:;';
(sumber:unknown)

25 Mei 2011

Menjadi Orang Efisien dan Bertanggung Jawab

Tipe karyawan yang efisien dan bertanggung jawab memang menjadi dambaan bagi manajemen. Biasanya, ciri yang ditampakkan adalah tidak menunda pekerjaan yang diembannya dan juga bertanggung jawab sepenuhnya atas pekerjaan tersebut.

Sudahkah Anda masuk dalam jajaran orang efisien dan bertanggung di tempat kerja Anda?

Bila belum saran berikut mungkin berguna bagi Anda. Anda simak!

Berikan pada diri Anda peringatan tertulis

Peringatan tertulis bisa Anda tempelkan di komputer pribadi Anda, meja belajar atau rak buku. Intinya, peringatan tersebut bisa menjadi semacam dorongan untuk segera mengerjakan kewajiban atau target Anda.

Susunlah rencana tindakan
Setiap menghadapi hari baru, begitu Anda bangkit dari tempat tidur di pagi hari, ada baiknya rencanakan aktivitas apa yang hendak dikerjakan hari itu. Usahakan selesaikan semua rencana sebelum kembali ke peraduan.

Mencicil secara bertahap
Jika Anda tipe orang yang suka menunda-nunda pekerjaan, ada baiknya tidak mengerjakan satu pekerjaan sekaligus. Mencicil pekerjaan, mungkin resep paling jitu untuk menyelesaikan semua pekerjaan sesuai tenggat waktu.

Kendalikan dorongan semangat
Umpamakan Anda telah menyelesaikan suatu tugas, ambillah manfaat dari dorongan semangat yang diberikannya, untuk mulai mengerjakan tugas berikutnya, sebelum kemalasan memberi peluang memperlamban gerakan Anda kembali.

Lakukan perbaikan di luar rencana

Jika tiba-tiba Anda teringat sesuatu untuk dikerjakan maka lakukanlah. Segera keluarkan berkas-berkas atau bahan-bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Ini merupakan latihan yang baik untuk dikembangkan.

Susunlah jadwal

Jika Anda mengalami kesulitan mengatur kehidupan, buatlah sebuah jadwal yang tepat dan lebih penting lagi harus realistis. Umpamanya, jika Anda merencanakan beberapa menit latihan fisik setelah bangun tidur, maka harus segera membiasakan, sehingga dapat melakukannya tanpa pikir-pikir dahulu.

Coba Anda praktekkan. Yakinlah bahwa Anda adalah orang yang bekerja efisien dan bertanggung jawab. Selamat mencoba dan sukses untuk Anda!
(Sumber:GlriaNet-GCM/SW)

23 Mei 2011

Mengusir Kelelahan Saat Bekerja

Ketika bekerja sering kita mengalami kelelahan, baik bersifat fisik maupun psikologis. Dalam keadaan seperti itu, produktivitas bisa menurun. Nah, untuk mengusir rasa lelah tersebut beberapa siasat berikut bisa dicoba.

Bersifat positif terhadap pekerjaan. Dalam bekerja hendaknya tetap memelihara antusiasme. Senangi apa yang Anda kerjakan dan kerjakan apa yang Anda senangi.

Bersantai sejenak. Gunakan waktu istirahat untuk rileks dan bersantai. Lakukan olah napas dengan menarik napas dalam-dalam untuk beberapa saat. Ini akan meningkatkan tenaga dan konsentrasi saat bekerja.

Nikmati humor dan tertawa. Bisa dengan membaca buku tentang humor atau anekdot, bisa pula dengan berkelakar bersama teman-teman sekerja. Humor dan tertawa dapat membangkitkan tenaga dan kebugaran. Akan lebih mudah menghadapi pekerjaan dengan senyum ketimbang dengan gerutu.

Bekerja secara sistematis. Buatlah skala prioritas terhadap pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan. Ini akan membuat Anda tidak terburu-buru dalam bekerja.
Banyak minum air putih. Air putih dapat menimbulkan kesegaran dan memperlancar metabolisme tubuh.

Lakukan aktivitas fisik. Untuk mengendorkan otot-otot yang mulai kaku lakukan gerak badan atau senam ringan, di dalam atau di luar ruang kerja. Bila kantor Anda bertingkat, untuk naik-turun pilihlah menggunakan tangga ketimbang lift.
(Sumber:GloriaNet-GCM/KCM)

21 Mei 2011

Mengusir Kecemasan Saat Memulai Kerja Baru

Mencari pekerjaan adalah satu kesukaran, namun memperoleh pekerjaan juga kerap mendatangkan kecemasan. Bagaimana sebaiknya memulai pekerjaan baru?

Ketika seseorang diterima sebagai karyawan baru sebuah perusahaan, perasaan senang dan bangga mungkin menghampirinya. Senang bisa jadi karena pekerjaan yang diinginkan berhasil diraih. Bangga lantaran status pengangguran yang sempat menghantui sirna sudah. Tapi, perasaan lain bisa saja muncul, seperti cemas atau bertanya-tanya tentang kemampuan diri dalam menerima tanggungjawab baru.

Perasaan itu biasa dialami banyak orang ketika memasuki dunia kerja yang baru. Apalagi bagi mereka yang baru saja lulus sekolah dan untuk pertama kali masuk dunia kerja. Lebih-lebih di sebuah perusahaan yang cukup mapan dengan nama yang tak perlu diragukan. Berbagai perkiraan menghiasi hari-hari menjelang masuk kerja. Sejumlah psikolog mengatakan, kondisi ini bukan sesuatu yang perlu ditakutkan karena merupakan kewajaran.

Apa yang perlu dilakukan ketika mengawali sebuah pekerjaan baru kerap menjadi tema pokok pikiran. Dan, itu memang harus dilakukan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya setiap pekerja baru meminta informasi sebanyak mungkin tentang lingkungan kerjanya. Bagaimana pun, lingkungan kerja, termasuk teman, akan berpengaruh banyak pada langkah berikutnya.

Selanjutnya ada baiknya pekerja lebih dahulu mempelajari produk perusahaan, filosofi yang dianut, serta cara kerja yang biasa berlaku di lingkungan baru. Ada kalanya upaya ini memakan waktu dan banyak yang tidak terlaksana. Biasanya waktu dua minggu cukup untuk melakukan perkenalan awal terhadap lingkungan dan rekan kerja yang menjadi mitra. Meski harus melakukan adaptasi lingkungan, seorang pekerja tidak perlu "menghilangkan" dirinya sebagai sosok pribadi yang utuh. Rasakanlah apakah anda merasa familiar sejak pertama melihat rekan-rekan kerja?

Saat pertama kali masuk, seseorang harus menampakkan rasa percaya diri, karena hal itu akan berdampak pada perilaku dan sikap selama berada dalam lingkungan kerja. Perasaan gelisah dan cemas justru menambah kesulitan dalam melakukan adaptasi. Untuk memudahkan itu, cobalah dengan sikap ramah dan senyum pada rekan kerja baru, tak terkecuali kepada resepsionis dan office boy. Langkah itu akan memudahkan anda untuk merasa dekat dan saling menghargai antarkaryawan di kantor.

Pada saat seperti itu seorang pekerja baru harus lebih aktif memperkenalkan diri. Jangan segan untuk mencoba menjalin komunikasi dari hal-hal kecil agar suasana hidup terbangun. Cairnya suasana akan banyak membantu kesulitan yang hampir pasti dialami pekerja pemula. Yang lebih penting lagi, awal yang baik adalah modal penting untuk kelanjutan kerja seseorang. Lembaga Career Center di University of Baltimore, AS. menyebutkan masa itu sebagai masa penentuan apakah seseorang bisa melanjutkan kerjanya atau harus mencari lingkungan lain.

Pelajaran pertama sebagai seorang pekerja baru tadi mungkin berbeda untuk masing-masing orang. Ada yang cukup membutuhkan waktu satu minggu sebagai proses adaptasi. Ada pula yang memerlukan waktu satu bulan penuh. Namun, jika proses adaptasi tidak terlaksana dalam tiga bulan pertama, tentu ada persoalan serius yang perlu dicari jalan keluarnya. Bagi seorang pekerja, masa tiga bulan biasanya menjadi ukuran keberhasilan adaptasi terhadap lingkungan kerjanya yang baru.

Persoalan nyata yang harus dipikirkan kemudian ialah pekerjaan. Setiap orang tampaknya memiliki hasrat untuk berbuat yang terbaik. Pertanyaannya kemudian apakah memang pekerjaan yang diberikan cocok dengan yang menjalakannya? Nah, ada baiknya upaya mencapai yang terbaik itu dilakukan, meski tidak harus sampai kelebihan dosis, yang justru menimbulkan persoalan baru.

Sejumlah psikolog menyarankan, hadapilah kesulitan dengan senyuman dan sikap bersahabat. Kesulitan tak perlu ditunjukkan dengan kening berkerut. Cari tahu apa penyebab kesulitan itu, sampaikan kepada mitra atau atasan agar segera dicarikan jalan keluarnya. "Malu bertanya, sesat di jalan," kata pepatah. Untuk itu, perlu diketahui siapa yang menjadi supervisor ats tugas yang sedang anda jalankan.

Sebagai bagian dari sebuah komunitas, seorang pekerja perlu mendengarkan dengan seksama apa yang menjadi topik pembicaraan rekan-rekannya. Hanya saja, ketika memasuki persoalan gosip, hendaknya ia bisa menahan hati untuk tidak melibatkan diri. Nasihat ini barangkali bermanfaat bagi anda: "Pekerja baru jangan sekali-kali menjadi kontributor gosip yang belum jelas kemana arah tujuannya."
(source: arif firmansyah/CDC-FTUI)

Mengkritik Atasan, Haruskah Takut?

"SAYA tak punya hak untuk melakukan hal itu. Saya bisa dipecat!"

Kalimat itu diucapkan dengan nada tinggi oleh Herman, Asisten Manager TI sebuah perusahaan operator seluler, menjelaskan betapa di tempatnya bekerja, tidak ada kemungkinan untuk melontarkan kritik kepada atasan.

Saat itu Herman sedang berbincang dengan rekannya, Herdin, seorang wartawan sebuah surat kabar harian nasional, di sebuah kafe di Jakarta.

Kepada Herdin, meluncurlah curahan hati Herman, yang bercerita bahwa manajernya adalah seorang atasan yang sama sekali tidak mau menerima kritik bawahannya.

"Bahkan, dulu ada seorang teknisi kami yang berani mengkritik manajerku. Hasilnya, bukannya mau menerima kritik, sang teknisi malah dimarahi habis-habisan," keluh Herman.

Herman melanjutkan cerita, sang manajer tidak bisa melupakan peristiwa itu, dan menganggap si teknisi sudah kurang ajar. "Setiap hari si teknisi itu ditekan oleh manajerku, dicari-cari kesalahannya. Akhirnya si teknisi tidak tahan dan memutuskan untuk mengundurkan diri."

Berbeda dengan Herman, Herdin bercerita bahwa di tempatnya bekerja, budaya kritik sudah menjadi kebiasaan. "Untuk kepentingan sebuah berita yang bermutu, imbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, tukar pendapat, perdebatan, dan kritik membangun bukan sesuatu yang diharamkan. Bahkan dari bawahan terhadap atasan sekalipun."

***

Kritik, memang sebuah kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilakukan. Sebab tidak semua orang mau dikritik. Apalagi jika yang melontarkan kritik itu secara struktur organisasi berada di level yang lebih bawah.

Biasanya, orang akan segera bersikaf defensif dalam menerima kritik, dan beranggapan bahwa si pemberi kritik mengada-ada dan tidak menyukainya.

Memang, kritik seperti pisau bermata dua. Kritik ada yang berupa sebuah saran yang membangun meski disampaikan secara keras, ada juga yang berasal dari kedengkian, sehingga kedengaran 'nyinyir'.

Tetapi idealnya, demi kemajuan, seseorang harus lapang dada sehingga mampu menerima kritik, demi memperbaiki diri dan kinerjanya. Karena menurut Hendrie Weisinger dan Norman M Lobsenz dalam buku Nobody's Perfect: How to Give Criticism and Get Results, kritik sangat diperlukan bagi pertumbuhan individu maupun kemajuan perusahaan.

Dalam buku itu diberi beberapa contoh, perusahaan sukses yang sejak awal menumbuhkan budaya kritik, termasuk dari bawahan kepada atasan, misalnya perusahaan besar dari Jepang, Matsushita. Pendiri dan pemilik perusahaan, Konosuke Matsushita, sejak awal menggariskan kebijakan yang menekankan pentingnya kritik sebagai suatu bentuk disiplin diri, yang diperlukan bagi pertumbuhan setiap individu maupun pertumbuhan perusahaan.

Konosuke tidak membatasi kepada siapa kritik diberikan. Bawahan pun bebas mengeluarkan kritik kepada atasannya. Hasilnya, Matsushita tumbuh menjadi perusahaan elektronik dan alat berat papan atas. Produknya tidak hanya beredar di negaranya, tetapi ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Kiat agar Atasan tidak Tersinggung

MUNGKIN Anda juga berpendapat bahwa ada hal-hal yang bisa diperbaiki di perusahaan Anda. Tetapi Anda kurang yakin bagaimana kritik itu akan ditanggapi oleh atasan. Jangan-jangan atasan malah berang, kemudian membahayakan karier Anda. Berikut beberapa pedoman cara mengkritik atasan.

1. Ketahui dan pertimbangkan dengan baik, bahwa memang tepat dan beralasan, Anda mengkritik atasan. Anda harus mempunyai garis komunikasi langsung dengannya. Atasan yang Anda kritik itu haruslah yang mempunyai pekerjaan yang memengaruhi pekerjaan Anda atau anak buah Anda. Adalah kurang tepat mengkritik atasan yang keputusan dan tindakannnya tidak memengaruhi Anda.

2. Jangan melontarkan kritik dengan kasar dan keras. Kemas kritik dengan bahasa sehalus mungkin. Atasan adalah atasan. Ia mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari Anda. Kritik yang kasar dan bersifat menyerang cenderung menimbulkan pertarungan kekuasaan, dan membuat atasan Anda semakin ngotot untuk mempertahankan posisinya dengan menekan Anda. Isi kritik menjadi sia-sia.

3. Lontarkan kritik seringkas mungkin, disertai dengan beberapa usul pemecahan. Uraikan secara ringkas situasi yang menurut Anda perlu diubah, dan lontarkan kritik sebagai suatu alternatif yang produktif.

4. Bangunlah keabsahan dari kritik Anda. Siapkan argumen-argumen yang memperkuat kritik Anda. Sajikanlah keterangan dari sumber yang objektif dan bisa dipercaya. Dengan menyampaikan kritik sebagai informasi, berarti Anda menunjukkan ingin mencari kebaikan bersama.

5. Minta bantuan atasan untuk memecahkan persoalan yang Anda hadapkan kepadanya.Ini taktik supaya terkesan Anda sedang tidak mengkritik dia (atasan). Dengan membawa persoalan menjadi tanggung jawab bersama, Anda membuat atasan menjadi sekutu. Contohnya, jika atasan Anda selalu terlambat menyajikan data yang dibutuhkan departemen, Anda bisa mengatakan, "Saya mendapat kesukaran menjalankan departemen ini bila data yang saya perlukan tidak masuk tepat pada waktunya. Apakah Anda punya saran untuk mengatasi hal ini?"
(sumber : mediaindo.co.id)