01 Maret 2011

Empat Isteri

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai
4 isteri. Dia
mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan
kesenangan,
sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat
bangga dengan
sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan
wanita cantik
ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir
kalau
isterinya ini lari dengan pria lain.

Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat
menyukainya
karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.
Kapan pun pedagang
mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri
ke-2-nya ini,
yang selalu menolong dan mendampingi sang suami
melewati masa2 sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan
yang sangat
setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan
keluarganya.
Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan
dan bisnis sang
suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya
meski isteri
pertama ini begitu sayang kepadanya.

Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia
akan segera
meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan
berkata dalam
hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku
meninggal, aku
akan sendiri. Betapa menyedihkan."

ISTERI KE-4: NO WAY
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan
bertanya pada isteri
ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan
kau gaun dan
perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah
kamu
mendampingi dan menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja
tidak! Jawab
isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2
lagi. Jawaban
ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau
terhunus dan mengiris-
iris hatinya.

ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3.
"Aku pun
mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan
berakhir. Maukah
kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?"
Isterinya menjawab,
hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika
kau mati.
Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang
sangat terpukul
dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.

ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR

Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu
berpaling kepadamu
setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu
membantuku sepenuh
hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati,
maukah engkau
mendampingiku?" Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali
ini aku tak bisa
menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang
kubur. Nanti
akan kubuatkan makam yang indah untukmu."

ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI

Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa
itu, tiba2
terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan
menemanimu kemana
pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan
setia bersamamu.

Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri
pertamanya di
sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang
kelaparan.
Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau
saja aku bisa
merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan
kubiarkan engkau kurus
seperti ini, isteriku."

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.
Isteri ke-4 adalah
TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita
keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan
gagah. Semua ini
akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada
keindahan dan
kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita
meninggal,
semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan
berpindah dan
melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun
kedudukan kita
dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua
itu akan
berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita
tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.
Seberapa pun dekat
hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus
bersama
mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani
kita.

Boycke
------------------------------------------------------
setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya
amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan
bijak serta jangan
pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan
kepada sesama
yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita,
pemberian kita
menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita
dengan bijak.

0 comments: