27 Maret 2011

Hasil Kerja, Penting Anda Prioritaskan!

Manajemen, janganlah seperti kelas-kelas di sekolah dasar, dimana selama Anda hadir terus dan tidak menganggu kelas serta berusaha belajar dengan baik, Anda akan mendapat angka untuk naik kelas. Adalah penting sejak awal untuk peduli, untuk terus memberikan segenap yang Anda miliki saat Anda memutuskan berkarir.

Loyalitas dan pengabdian sudah tentu merupakan sikap yang dikagumi. Bekerja keras dan lama sudah pasti dihargai dan diberi ganjaran. Tetapi, bagaimanapun, soalnya adalah: tak peduli betapapun kerasnya Anda bekerja, yang penting adalah hasilnya.

Sudah terlalu sering kita cenderung memaafkan atau melupakan hasil yang buruk atau kegagalan karena terkecoh oleh kerajinan yang diperagakan seseorang serta waktu, upaya, keringat, dan ego yang diinvestasikan dalam proyek yang gagal. Kita mengumbar kekaguman kita akan jerih payah seseorang dan membiarkan kesadaran kita menimbang-nimbang beratnya tugas yang diemban seseorang, sehingga semua itu menyelimuti dan membutakan penilaian kita terhadap hasil-hasil yang buruk dan sebab-sebab kegagalan.

Sudah barang tentu, kita memang seharusnya menyadari adanya penugasan yang tak mungkin dilaksanakan atau adanya tantangan yang sangat berat yang menyebabkan kegagalan hampir pasti terjadi. Jika demikian, jerih payah memang harus dihargai dan hasil yang buruk dievaluasi, tetapi bukan berarti harus mempertahankan kedudukan si individu atau tim. Seharusnya, paling tidak hampir mencapai target saja mungkin merupakan sesuatu yang bisa diharapkan, mengingat situasi-situasi dan faktor-faktor yang berada di luar kekuasaan yang mungkin timbul.

Dalam kebanyakan keadaan, permasalahan, dan proyek, para supervisor dan para penilai hendaknya mementingkan hasil yang dicapai. Harus ada penilaian mengapa berhasil atau mengapa sekarang gagal, tidak seperti yang direncanakan. Harus ada suatu strategi untuk memperbaiki kinerja masa mendatang. Misalnya, mungkin saja asumsi-asumsi perencanaan kita tidak akurat atau terlalu optimistik. Bisa juga, kinerja dan hasilnya untuk satu dan lain alasan mungkin tidak mencapai tahap yang seharusnya.

Jadi, jelaslah bahwa kita ingin belajar dari kegagalan kita (dan keberhasilan kita) untuk memperbaiki perencanaan kita, untuk memperbaiki pemilihan tim yang mengerjakan proyek, untuk memperbaiki pelatihan individu dan tim proyeknya, untuk memperbaiki teknik-teknik implementasinya dan seterusnya.

Organisasi hendaknya tidak mendorong adanya penghematan dan penggunaan praktek yang buruk dan kotor agar tercapai sukses internal maupun eksternal. Dalam organisasi, kita memang ingin menghidupkan suatu perasaan tetap bekerja keras, dengan penuh pengabdian, untuk mencapai tujuan. Tetapi, apa yang seharusnya mendapat perhatian dan penghargaan lebih banyak ketimbang seberapa besar seseorang berusaha dan seberapa baik seseorang berlomba untuk mencapai sukses, adalah apakah orang itu mencapai garis finis dan mencapai tujuannya.(sumber:GloriaNet)

Hambatan Utama Produktivitas

Jika hanya ada satu atau dua orang yang kurang produktif mungkin bisa dimaklumi. Tapi jika nyaris semuanya, tentu ada sesuatu yang tidak beres baik dari karyawan itu sendiri atau mungkin dari Anda sebagai pemimpin mereka

Pakar karir Dr. Donald E. Wetmore mengatakan ada lima hambatan utama bagi produktivitas, coba simak deh:

* Seleksi awal yang kurang baik
Seleksi merupakan tahap yang cukup menentukan untuk mendapatkan karyawan yang potensial. Maka perlu diberlakukan seleksi yang cukup ketat untuk mendapatkan kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Paling tidak, calon karyawan tersebut nantinya bisa mencapai target atau sasaran yang ditetapkan.

* Training yang kurang memadai
Pelatihan adalah investasi untuk memperkuat sekaligus meningkatkan ketrampilan dan sikap kerja karyawan. Perusahaan seringkali lupa dan terlena pada hasil yang diperoleh, padahal hasil yang diperoleh besok belum tentu sebagus kemarin. Akibatnya produktivitas karyawan pun semakin buruk. Lebih jauh, perusahaan bisa mengalami kerugian.

* Beban kerja yang berlebihan
Beban kerja yang tinggi tidak menjamin karyawan sukses mencapainya. Hendaknya beban kerja dibuat serasional mungkin. Ingat, orang yang rasional akan mencapai hasil yang rasional dalam waktu yang rasional pula. Beban kerja yang terlalu berat justru menyebabkan rendahnya produktivitas. Mungkin lebih produktif bila Anda meminta karyawan untuk mengerjakan lebih sedikit tugas namun lebih menghasilkan.

* Ketidaksesuaian antara tujuan perusahaan dan tujuan pribadi
Seperti halnya tiap individu, perusahaan pun memiliki tujuan. Semakin sesuai tujuan perusahaan dan tujuan pribadi maka semakin mudah pula karyawan dalam mencapai tujuan itu. Sebaliknya, ketidaksesuaian tujuan perusahaan dan pribadi menyebabkan konflik batin yang cukup berat. Jangankan mencapai produktivitas, berangkat kerja saja rasanya berat.

* Kelelahan mental
Banyak karyawan yang merasa lelah dengan rutinitas kerja sehari-hari. Belum lagi jika menghadapi rekan-rekan yang tidak kompak, bos yang arogan, atau gaji yang dirasa kurang. Hal ini seringkali menyebabkan karyawan mengalami kelelahan mental, karena mereka harus menahan konflik batin yang tidak ringan.

So, untuk mencapai produktivitas yang diinginkan, coba deh antisipasi kegagalan dan hambatan dengan memperbaiki hal-hal di atas. Demi kepuasan bersama, ada baiknya Anda buka jalur komunikasi terbuka pada mereka. Semoga sukses....!
(sumber:GCM/Astaga-GloriaNet)

23 Maret 2011

Hal-Hal Terbesar Bagi Seorang Karyawan/Karyawati

Motivasi terbesar adalah gaji.

Kesialan terbesar adalah promosi tanpa kenaikan gaji.

Kejutan terbesar adalah bekerja biasa tapi tiba-tiba gaji naik.

Bakat terbesar adalah berpura-pura sibuk tapi tak melakukan apa-apa.

Kesalahan terbesar adalah membantah bos.

Penurun semangat terbesar adalah terlambat menerima gaji.

Kesedihan terbesar adalah tidak menerima gaji karena bos melarikan diri.

Kebahagiaan terbesar adalah menjadi bos dari bos sekarang.

Kecerdikan terbesar adalah datang terlambat tapi bos tidak tahu.

Ketololan terbesar adalah bilang pada orang lain bahwa kita ini malas.

Keinginan terbesar adalah memecat bos sendiri.

Kekesalan terbesar adalah anda bekerja keras tapi orang lain yang dipuji.

Kepuasan terbesar adalah bisa saling berkirim email.

Ketidaktahuan terbesar adalah ternyata kita tidak lebih baik dari bos.

Lamunan terbesar adalah gaji besar, pangkat tinggi, wewenang mendekati tak terhingga tapi tanggung jawab mendekati nol.

Penyesalan terbesar adalah kenapa tidak ditakdirkan jadi mantu bos.

Musuh terbesar adalah miskomunikasi dengan bos atau orang kepercayaan bos.

Hobby terbesar adalah ngrumpi.

Aktivitas terbesar adalah senantiasa buka telinga lebar-lebar.

Produktivitas terbesar adalah bikin gossip.

Perjuangan terbesar adalah perjuangan melewatkan hari-hari hingga penerimaan gaji bulan berikutnya. Kreativitas terbesar adalah membuat
e-mail macam ini.

Kenangan terbesar adalah bulan pertama terima gaji.

Masalah terbesar (yang bikin kepala pusing tiap bulannya) adalah selalu dit-dit-dit (kredit rumah, kredit mobil,kredit motor,kredit tv dan dit-dit lainnya).

Dag dig dug terbesar adalah detik-detik saat membuka slip gaji bulan pertama kenaikan gaji.

Kecemasan terbesar adalah detik-detik pengumuman daftar nama pengurangan
karyawan (jaman krismon).

Puji syukur terbesar adalah dapat maaf/grasi dari bos setelah melakukan
kesalahan berat.

Lelucon terbesar adalah prosentase kenaikan gaji sebesar prosentase
penurunan nilai Rupiah.

Hak terbesar adalah menuntut kekurangan penerimaan gaji.

Kejujuran terbesar adalah mengembalikan kelebihan gaji yang diterima.

Kebijaksanaan terbesar adalah jangan bikin e-mail macam ini.

Mawas diri terbesar adalah hati-hati terhadap e-mail macam ini.

Korupsi waktu terbesar adalah bikin e-mail macam ini.

Tragedi terbesar adalah bila e-mail macam ini ketahuan sama bos.

Stress terbesar adalah bos atau anak bos menjadi rival asmara.

Kewajiban terbesar adalah tiap hari harus masuk kerja biarpun tak ada pekerjaan.

Sesumbar terbesar adalah bilang tak takut sama bos.

Rencana terbesar adalah menjadi tukang pijat yang berpenghasilan Rp.35M.
(sumber:unknown)

21 Maret 2011

Hal Sepele yang Bikin Plus

Sebagai anak buah sudah semestinya Anda memahami apa saja hal-hal yang disukai dan tidak disukai oleh bos. Menyelesaikan tugas tepat waktu, tidak pernah bolos, memanfaatkan fasilitas dengan baik, tentu merupakan daftar hal yang disukai oleh bos Anda. Tapi kalau Anda jeli ternyata ada juga hal-hal yang kelihatannya sepele tapi mempengaruhi penilaian bos terhadap Anda. Kalau mau tau, coba simak hal di bawah ini:

Datang tepat waktu
Ingat, karyawan yang baik adalah karyawan yang selalu datang tepat waktu. Memang, pekerjaan yang mendesak dan dikejar ‘deadline’ kadang membuat Anda terpaksa kerja lembur. Namun hal ini bukanlah alasan kuat untuk datang terlambat keesokan harinya. Kecuali jika bos Anda memberi ijin untuk datang terlambat.

Bereskan meja Anda
Walau terlihat sepele, meja yang selalu tampak rapih dan bersih akan membuat bos merasa nyaman melihat cara kerja Anda. Walau Anda ingin dianggap sibuk dengan menampilkan meja yang penuh kertas dan peralatan kerja, meja yang berantakan mengesankan Anda ‘teledor’ dan kurang bertanggung jawab.

Berpakaian yang pantas

Memang masing-masing orang memiliki ‘style’ atau gaya berpakaian masing-masing. Namun biasanya seorang bos atau atasan lebih menyukai cara berpakaian anak buah yang sopan, rapih, dan profesional. Sekalipun Anda bekerja di lingkungan yang memungkinkan Anda berpakaian bebas seperti di advertising, production house atau pers, hindari gaya berbusana yang seronok atau terlalu ‘funky’. Tampil modis boleh saja, asal jangan sampai menimbulkan kesan aneh pada penampilan Anda. Ingat gaya berpakaian mencerminkan kepribadian Anda.

Informatif dan inisiatif
Segera beritahu bos tentang siapa saja yang menghubunginya sewaktu ia tidak di tempat dan sampaikan bahwa Anda sudah mengirim email penting padanya. Atau jika bos ingin cuti, berinisiatiflah menawarkan apa saja yang dapat Anda tangani selama bos tidak ada di tempat. Jangan lupa untuk menyampaikan hal-hal penting yang terjadi di kantor selama bos tidak di tempat. Tindakan ini selain sebagai upaya untuk selalu komunikatif dengan bos, juga merupakan upaya dalam rangka menjalin kerjsama yang baik dengan bos.

Mandiri
Mengerjakan hal ringan seperti membersihkan komputer dan meja Anda yang berdebu serta mengambil air minum tanpa meminta bantuan ‘office boy’ menandakan bahwa Anda orang yang tidak terlalu bergantung pada orang-orang yang semestinya membantu Anda. Jangan pernah berpikir bahwa anda ‘terlalu tinggi’ untuk mengerjakan hal semacam itu.

Memang rasanya hal-hal di atas terkesan bukan hal yang penting, tapi kalau Anda terbiasa melakukannya bisa menambah nilai plus Anda di mata bos loh! Dan secara tidak langsung akan memudahkan Anda dalam meniti karir. Kalau nggak percaya, coba aja dari sekarang! (Sumber:GCM/Ac-GloriaNet)

20 Maret 2011

Hal Kecil yang 'Memangkas' Waktu Anda

'Time is money', 'waktu adalah uang'. Ungkapan ini pas banget bagi anda yang setiap harinya diburu-buru pekerjaan dan 'deadline'. Apa hubungannya ? Iya soalnya anda dibayar alias digaji atas waktu yang anda gunakan untuk bekerja di kantor. Karena nggak mungkin juga kan kalo anda makan 'gaji buta'? Makanya setiap detik di kantor adalah waktu yang sangat berharga.

Untuk itu anda perlu memanfaatkan waktu di kantor seefektif mungkin. Tapi masalahnya, kadang anda tidak menyadari ada hal-hal kecil yang ternyata cukup mengganggu waktu anda dalam menyelesaikan 'kerjaan'. Tau nggak apa aja sih hal kecil yang mengganggu itu? Di bawah ini adalah daftar hal-hal kecil yang 'berpartisipasi' dalam memangkas waktu kerja dan menghambat selesainya pekerjaan anda :

* Telepon

Banyaknya telepon masuk untuk bicara dengan anda, mau nggak mau akan mengurangi kualitas waktu anda dalam bekerja. So, bersikaplah selektif dalam menerima telepon. Jangan menerima telepon-telepon tidak penting yang datang dari teman-teman anda. Sibuk berhaha hihi di telepon dengan teman kadang membuat anda lupa waktu dan membuat pekerjaan anda 'terbengkalai'. Untuk itu, pesankan pada operator untuk menyeleksi telepon yang penting dan tidak penting. Mungkin untuk hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, anda bisa menerimanya.

* Ponsel
Jika anda sedang membutuhkan konsentrasi penuh dalam menyelesaikan pekerjaan, misalnya anda sedang dikejar target dan 'deadline', lebih baik matikan saja ponsel anda. Untuk mengantisipasi hal-hal yang penting, sebaiknya aktifkan 'voice mail' di ponsel anda.

* Email

Jangan membuang-buang waktu hanya untuk membalas email-email tak penting.Begitu tau email itu tak ada hubungannya dengan pekerjaan, lewatkan saja. Anda baru bisa melakukannya jika waktu anda cukup luang.

* Makan siang terlalu lama
Umumnya waktu istirahat makan siang adalah satu jam. Tapi kadang, waktu satu jam itu terasa kurang karena waktu makan siang sering dijadikan 'moment' untuk 'ngobrol' dengan rekan-rekan kantor anda. Hingga tak jarang, waktu satu jam itu molor sampai 30 menit bahkan satu jam dari waktu yang ditentukan. Tentu saja waktu anda bekerja banyak berkurang hanya untuk kepentingan 'ngobrol'. Ingatkan diri anda sendiri untuk segera beranjak dari acara makan siang begitu anda selesai makan. Memang bersosialisasi dan berinteraksi dengan rekan di lingkungan kantor cukup penting, tapi tentu saja anda harus tahu batas waktu.

* Ngobrol dengan teman
Jangan sekalipun tergoda menghampiri meja rekan anda ketika anda tengah membutuhkan konsentrasi. Sebaliknya jika teman anda yang menghampiri meja anda, katakan saja bahwa anda baru bisa 'ngobrol' di waktu istirahat atau pulang kantor.

Dengan menghindari gangguan-gangguan di atas, diharapkan anda akan lebih
konsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Dan waktu anda di kantor nggak
sia-sia kan...? (Sumber: Unknown)

10 Maret 2011

Nanny 911

Penonton setia acara Nanny 911 pasti tak asing dengan nama Nanny Stella. Acara ini memiliki banyak penonton karena para nanny yang terlibat harus membantu keluarga tersebut mencapai kerja sama dan mengubah kekacauan menjadi ketenangan hanya dalam waktu 7 hari.

Beberapa waktu lalu, Nanny Stella mengunjungi Jakarta untuk berbagi 11 aturan dasar (11 Commandments) dalam membesarkan anak. Aturan-aturan ini ia buat bersama salah seorang sahabatnya, Nanny Deb, yang juga ikut dalam acara tersebut. Pengalamannya selama kurang lebih 15 tahun dalam mengasuh anak, ditambah pendidikannya selama 2 tahun di National Nursery Education Board membuatnya percaya diri untuk menerbitkan 11 aturan dasar ini. Menurutnya, aturan dasar ini lintas usia, lintas negara, tidak situasional, tidak emosional, absolut, dan dibuat untuk menghindari tindakan-tindakan buruk yang bisa saja terjadi di masa mendatang.

Berikut adalah 11 aturan tersebut, yang disampaikan Nanny Stella dalam seminarnya di JITEC, Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (7/12/09) lalu.

1. Bersikap konsisten
Tidak artinya tidak. Ya, artinya ya. Jika Anda ingin memberlakukan “timeout” kepada anak Anda, lakukanlah. Jangan berhenti atau membatalkan hal tersebut hanya karena ada gangguan.

2. Setiap tindakan punya konsekuensi

Tingkah laku yang baik mendapat imbalan. Tingkah laku buruk mendapat hukuman. Berikan penjelasan jika memang ada imbalan untuk sesuatu yang baik yang ia lakukan, atau hukuman jika ia melakukan kesalahan. Misal, Anda sekeluarga akan berlibur ke tempat liburan yang menyenangkan jika anak bisa meraih angka bagus di rapor. Atau, jika malas belajar, ia akan tinggal kelas.

3. Katakan seperti apa yang Anda inginkan

Berpikirlah sebelum bicara, atau rasakan akibatnya. Jika si anak pernah melanggar perintah Anda, maka hukumannya pun harus jelas, dan Anda harus melakukan hukuman tersebut. Jika Anda melanggar sistem ganjaran Anda sendiri, maka si anak akan terbiasa mengabaikan hukuman yang Anda tetapkan untuk hal-hal lain. Bersiaplah, karena hal ini akan berujung pada pembangkangan.

4. Orangtua bekerja sama sebagai satu tim
Kalau Anda dan pasangan tidak saling setuju dalam satu hal, anak Anda tidak akan tahu siapa yang harus ia dengarkan. Hasilnya, ia tak akan mendengarkan siapa pun. Ini tak hanya berlaku untuk Anda dan pasangan saja, tetapi juga untuk semua orang yang berada di tempat Anda membesarkan si anak. Entah itu pengasuh, ibu-ayah, kakek-nenek, paman-bibi, semua yang terlibat dengan si anak. Jangan sampai ada yang memiliki kata-kata yang saling bertolak belakang, karena anak bisa bingung dan malah berakibat buruk baginya.

5. Jangan berjanji jika tak bisa ditepati

Kalau Anda menjanjikan sesuatu kepada si anak, pastikan janji tersebut terpenuhi. Jika Anda tak pasti bisa memberikan janji tersebut kepada anak, lebih baik jangan dikatakan. Karena ingkar janji bisa jadi hal yang sangat menyakitkan untuk anak.

6. Dengarkan anak-anak Anda

Akui perasaan mereka. Katakan, “Ibu mengerti”, tapi ucapkan dengan sungguh-sungguh, lalu luangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan Anda. Karena mereka butuh orang yang bisa dan mau mendengarkan keluh-kesah mereka. Jika mereka bersandar kepada orang yang salah, hasilnya bisa menjadi hal yang tak benar untuknya. Cobalah untuk menjadi sahabat mereka dan dengarkan apa yang mereka rasakan. Rasakan nikmatnya menjadi orang terdekat yang mengerti mereka.

7. Tentukan rutinitas

Rutinitas membuat anak Anda merasa aman dan memberi struktur terhadap waktu yang mereka miliki. Namun tak selalu berarti harus mengikuti jadwal sesuai jam. “Rutinitas itu penting, agar anak-anak jadi tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya. Tak perlu berdasarkan jam, berdasarkan rutinitas juga bisa. Dengan demikian mereka belajar keteraturan. Misalnya, usai bermain di sore hari, mereka mandi, makan malam, sikat gigi, cuci kaki, lalu tidur,” ujar Nanny Stella.

8. Rasa hormat berlaku dua arah

Kalau Anda tidak menghormati anak Anda, mereka tidak akan menghormati Anda. Hukumnya “perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan”. Menghormati mereka dengan memberikan apa yang menjadi hak mereka tanpa menunda, juga mendengarkan apa yang mereka ingin katakan.

9.Penguatan positif lebih baik dari penguatan negatif
Sanjungan, pujian, dan kebanggaan jauh lebih bermanfaat daripada bersikap nyinyir, negatif, dan mengacuhkan. Lebih baik mengucapkan penguatan positif kepadanya untuk menyampaikan maksud Anda, bukan menunjuk ke suatu kata sifat yang melabeli. Misalnya, “Mama senang sekali melihat usaha kamu meningkatkan nilai Matematika kamu” lebih baik ketimbang, “Kamu pintar. Nilai Matematika kamu sudah naik 1 angka di rapor”. Ketika Anda melabeli suatu titik, ia akan berhenti di sana dan tidak berusaha untuk berkembang.

10. Tingkah laku adalah hal yang universal
Tingkah laku yang baik diterima oleh siapa pun. Contohkan padanya untuk mengucapkan “terima kasih, tolong, atau maaf” kepada orang-orang yang bersinggungan. Di mana pun, sopan-santun selalu diperlukan. Ajarkan tata krama kepadanya lewat tindakan Anda. Anak seperti kaset kosong yang merekam apa pun yang mereka lihat dari orang-orang, atau apa yang ia saksikan. Maka, berikan contoh terbaik kepadanya.

11. Definisikan peran Anda sebagai orangtua

Bukan tugas Anda untuk membuat anak menempel pada Anda. Tugas Anda adalah mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia luar, dan membiarkannya menjadi diri sendiri. Jangan selalu menempel dan membantunya mengerjakan segala hal. Sesekali ia pun harus belajar menghadapi rasa sakit hati, rasa gagal, juga rasa tak mampu. Ini penting agar ia bisa mencari jalan untuk mengatasi keterbatasannya.NAD
(sumber:kompas.com,editor:Din)

06 Maret 2011

Kebiasaan menunda

Setelah di perhatikan secara teliti, ternyata kita memiliki suatu kebiasaan yang kurang baik dalam mengoptimalkan waktu. Itu adalah kebiasaan menunda! Kadang kita merasa bahwa menunda pekerjaan itu akan lebih baik. Padahal bila kita cermati, pekerjaan menunda-nundaitu hampir pasti mengundang masalah bila tidak ada perhitungan yang benar.

Banyak sekali penyebabnya. Yang pertama, di setiap perjalanan waktu tentunya sudah ada yang harus dikerjakan. Andaikata ditunda, maka pekerjaan lain akan meyusul. Akhirnya makin lama pekerjaan itupun bertambah banyak dan menumpuk. Apalagi ketika kita melihatnya timbul rasa enggan untuk mulai mengerjakannya kembali.

Sebagai contoh, ketika ada seorang pelajar akan menghadapi ujian, dalam hati ia berkata, “Saya akan menghapal nanti malam saja supaya lebih tenang.” Namun ketika malam tiba, dia berfikir lagi, “Ah, nanti saja sehari menjelang hari H, saya akan all out. Tetapi setelah malam hari H tiba, muncul lagi alasan, “Ah, supaya tidak terlalu lama menghapal, saya akan kerjakan subuh saja.”

Tetapi, saat subuh tiba justru dia kaget tidak bangun tepat waktu,
Masya Allah! Dia tidak bisa menyalahkan tidurnya yang terlalu lelap. Alhasil dia tidak belajar untuk ujian karena hatinya diselimuti ketegangan.


Subhanallah! Ternyata menunda-nunda pekerjaan itu merupakan hal yang dapat merepotkan kita, selain itu juga dapat menyita waktu hanya disebabkan karena kita menundanya.(sumber:unknown)

04 Maret 2011

Formula Pengembangan Karir

Paling tidak, bila Anda ingin pindah kerja, minimal 1 tahun Anda berada
dalam kantor itu. Namun bagaimana Anda membuat pilihan karir Anda? Jangan
khawatir, Richard Leider, seorang Career Consultant dari Amerika Serikat
mempunyai formula yang dapat membantu Anda mewujudkan rencana Anda.

T + 2P + E + V

Artinya :

T = Talent atau bakat
Untuk mengetahui bakat Anda mudah saja, tanyakan diri Anda apa kelebihan dan
kelemahan Anda? Bagaimana Anda memfokuskan kelebihan Anda dan mengatur
kelemahan Anda?
Percayakah Anda bahwa mayoritas orang tidak memanfaatkan bakat mereka.
Mereka tidak memilih karir, karir yang memilih mereka. Mereka tenggelam
dalam setumpuk pekerjaan tertentu karena memang mereka harus bekerja, atau
seseorang bilang mereka bagus dalam pekerjaan itu.
Orang muda cenderung memulai karir dari jalan yang terbuka, terlepas karir
itu cocok dan sesuai dengan bakatnya ataupun tidak. Memang tidak bisa
disalahkan karena tuntutan jaman telah membuat orang mengambil kesempatan
yang belum tentu sesuai bakatnya.
Kemudian sebelum disadari, pekerjaan tersebut sudah mengambil setengah dari
hidup mereka. Lalu muncul pertanyaan," Mengapa saya melakukan pekerjaan ini?

Mengapa saya memulai jalan karir ini, mengapa saya tidak mengikuti bakat
saya?".
Penyesalan tiada berarti. Anda menyesal berarti Anda rugi 2 kali, pertama
karena salah jalan dan yang kedua karena Anda menyesali. Lebih baik, sejak
awal Anda pertanyakan kembali apa bakat Anda dan cari pekerjaan yang sesuai.

2P= Passion dan Purpose, artinya Gairah dan Tujuan
Aristoteles pernah berkata, "Dimana kebutuhan duniamu dan bakatmu bertemu,
terletaklah panggilan hidup Anda!" Wah ini berarti Anda perlu juga bertanya
ke diri Anda
tentang apa yang perlu dilakukan dalam organisasi Anda.
Apa yang Anda tuju adalah tujuan dimana semua keinginan itu berkumpul dan
Anda memiliki gairah untuk mencapainya. Tentu saja gairah atau pun minat
Anda akan lebih cepat sampai ke tujuan bila bergabung dengan bakat yang
dimiliki.
Tempatkan bakat Anda untuk bekerja pada area dari kebutuhan yang Anda
percaya. Memilih pekerjaan bagi Anda tentu merupakan kesempatan yang lebih
bermakna dari
sekedar bangun pagi dan membayar tagihan handphone.

E = Environment berarti lingkungan
Ternyata lingkungan kerja juga mempengaruhi pengembangan karir Anda. Apa
yang akan terjadi bila Anda bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan
gaya kerja dan temperamen Anda? Bisa-bisa kemampuan Anda yang seharusnya
berada di atas rata-rata tidak muncul dan bahkan dapat membuat Anda
kehilangan energi.
Kecocokan antara bakat, gairah kerja dan tujuan didukung dengan lingkungan
kerja yang sesuai mampu meningkatkan energi bekerja yang hebat dan karir
Anda pun dapat melejit. Lingkungan yang mendukung seseorang mengekspresikan
diri dapat memberi suntikan energi dalam melakukan pekerjaan.

V = Vision atau pandangan
Ini adalah elemen terakhir yang dapat mendongkrak karir Anda. Dengan
melakukan visioning atau mencoba memandang masa depan, berarti melihat
karir Anda di masa mendatang.Bakat, tujuan, gairah kerja dan lingkungan
adalah semua tentang gaya bekerja dan pilihan pekerjaan. Dengan kata lain,
Visi Menggambarkan bagaimana pekerjaan cocok untuk Anda sepanjang hidup
Anda.Memang tidak mudah untuk mencapai Visi yang jelas dari tiap-tiap orang,
tetapi ini bukan berarti tidak layak untuk di coba bukan?(sumber:unknown)

02 Maret 2011

FILOSOFI ANGSA

Sebuah renungan bagi kita semua:
Kalau anda tinggal di negara empat musim, maka pada musim gugur akan
terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari
musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk
huruf "V".
Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa rombongan
angsa tersebut terbang dengan formasi "V".

Fakta:
Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya
dukung" bagi burung yang terbang tepat di belakangnya. Ini terjadi
karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah
untuk menembus 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam
formasi "V",seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada
kalau setiap burung terbang sendirian.

Pelajaran:
Orang-orang yang bergerak dalam arah dan tujuan yang sama serta saling
membagi dalam komunitas mereka dapat mencapai tujuan mereka dengan
lebih cepat dan lebih mudah. Ini terjadi karena mereka menjalaninya
dengan saling mendorong dan mendukung satu dengan yang lain.

Fakta:
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan
merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali
ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang
diberikan burung di depannya.

Pelajaran:
Kalau kita memiliki cukup logika umum seperti seekor angsa, kita akan
tinggal dalam formasi dengan mereka yang berjalan di depan. Kita akan
mau menerima bantuan dan memberikan bantuan kepada yang lainnya. Lebih
sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya
bersama-sama.

Fakta:
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang
memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan
posisinya.

Pelajaran:
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh
tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya
angsa,manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal
kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau
sumber daya lainnya.

Fakta:
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara riuh
rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa yang
terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Pelajaran:
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam
kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih
besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-
nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari.
Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan
melemahkan.

Fakta:
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua
angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan
mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka
tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau dapat terbang
lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri
atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.

Pelajaran:
Kalau kita punya perasaan, setidaknya seperti seekor angsa, kita akan
tinggal bersama sahabat dan sesama kita dalam saat-saat sulit mereka,
sama seperti ketika segalanya baik.(sumber:unknown)

01 Maret 2011

Empat Potensi Pokok yang 'Menjual'

Setiap manusia memiliki potensi dan kelebihan masing-masing. Potensi dan kelebihan yang Anda miliki merupakan modal utama untuk hidup di jaman yang sangat kompetitif ini. Bahkan ahli karir mengatakan, ‘juallah kemampuan atau potensi diri sebagai bekal masa depan’. Karena ketahuilah, semakin dewasa usia Anda, semakin besar pula tuntutan untuk hidup mandiri. Karena Anda tidak bisa selamanya bergantung pada orang lain.

Tahukah Anda ada empat potensi mendasar dalam diri Anda yang sangat mendukung masa depan Anda? Keempat potensi tersebut adalah sbb:

Potensi akademik

Potensi akademik merupakan modal utama yang dapat Anda ‘jual’ sebagai sandaran masa depan. Misalnya, jika Anda seorang Sarjana Hukum, Anda dapat menjual potensi akademik Anda lewat kantor pengacara, notaris atau lembaga hukum lainnya. Jika Anda seorang Insinyur Pertambangan, Anda dapat menjual potensi Anda di perusahaan pertambangan, kilang minyak, dan sejenisnya.

Potensi bakat
Bakat yang dipelihara dan dikembangkan dengan baik dapat mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit. Contohnya, orang yang berbakat di bidang seni suara, jika jalurnya tepat, ia bisa menjadi penyanyi handal dan hebat. Tentu saja materi Anda akan terdongkrak. Anda yang memiliki bakat ‘mengarang’ bisa menjadi pengarang yang hebat dengan menerbitkan cerita-cerita fiksi dalam bentuk novel, cerpen, dsb. Semua ini akan mendatangkan keuntungan materi bagi Anda. Jika Anda mau mengasah dan menyalurkan bakat dengan benar, maka bakat di dalam diri Anda bisa menjadi sandaran masa depan yang cukup mapan.

Potensi wawasan
Potensi wawasan dimiliki oleh Anda yang berwawasan dan berpengetahuan luas. Potensi ini dapat diasah dengan banyak membaca dan mengikuti perkembangan berita terkini baik dari dalam maupun luar negeri. Lalu bagaimana caranya menjual wawasan? Umumnya Anda yang berwawasan luas, otak Anda penuh ide-ide dan gagasan gemilang. Anda dapat mewujudkan ide-ide Anda tersebut menjadi suatu pekerjaan yang menghasilkan. Contohnya Anda dapat menjadi pembicara pada seminar-seminar, Anda juga dapat menjadi penulis dan kolumnis dengan menuangkan segala ide dan wawasan Anda. Bahkan dengan wawasan Anda yang luas, Anda juga bisa menulis buku-buku ilmiah. Kalau hasil karya Anda laku di pasaran, Andapun akan mendapatkan rejeki yang berlimpah. Tapi perlu diingat, apapun bidang pekerjaan Anda, Anda harus selalu menambah dan meningkatkan wawasan.

Potensi tenaga
Dalam bidang pekerjaan apapun, selalu membutuhkan tenaga dan kekuatan fisik. Bahkan pada pekerjaan yang mengandalkan kekuatan pikiran seperti ilmuwan sekalipun, tetap memerlukan tenaga yang kuat. Tanpa fisik yang baik mustahil Anda dapat bekerja dengan lancar. Tapi tentu saja ada beberapa pekerjaan atau profesi yang lebih banyak mengandalkan tenaga, atlit misalnya, entah itu atlit angkat besi, bulu tangkis, renang dan lain-lain.

Nah, jika Anda memiliki lebih dari satu atau memiliki keempat potensi tersebut, Anda dapat mengkombinasikannya menjadi sandaran hidup yang lebih mapan. Atau bisa jadi Anda akan memiliki lebih dari satu profesi. Misalnya dalam keseharian Anda adalah seorang dokter namun karena anda memiliki bakat melukis, Anda sekaligus menjadi pelukis yang profesional dan komersial. So, jangan sia-siakan potensi diri Anda. Pelihara dan kembangkanlah potensi Anda sebaik-baiknya. Sukses untuk Anda...! (Sumber:GCM/Ac-GloriaNet)

Empat Isteri

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai
4 isteri. Dia
mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan
kesenangan,
sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat
bangga dengan
sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan
wanita cantik
ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir
kalau
isterinya ini lari dengan pria lain.

Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat
menyukainya
karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.
Kapan pun pedagang
mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri
ke-2-nya ini,
yang selalu menolong dan mendampingi sang suami
melewati masa2 sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan
yang sangat
setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan
keluarganya.
Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan
dan bisnis sang
suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya
meski isteri
pertama ini begitu sayang kepadanya.

Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia
akan segera
meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan
berkata dalam
hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku
meninggal, aku
akan sendiri. Betapa menyedihkan."

ISTERI KE-4: NO WAY
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan
bertanya pada isteri
ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan
kau gaun dan
perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah
kamu
mendampingi dan menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja
tidak! Jawab
isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2
lagi. Jawaban
ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau
terhunus dan mengiris-
iris hatinya.

ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI
Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3.
"Aku pun
mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan
berakhir. Maukah
kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?"
Isterinya menjawab,
hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika
kau mati.
Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang
sangat terpukul
dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.

ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR

Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu
berpaling kepadamu
setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu
membantuku sepenuh
hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati,
maukah engkau
mendampingiku?" Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali
ini aku tak bisa
menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang
kubur. Nanti
akan kubuatkan makam yang indah untukmu."

ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI

Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa
itu, tiba2
terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan
menemanimu kemana
pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan
setia bersamamu.

Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri
pertamanya di
sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang
kelaparan.
Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau
saja aku bisa
merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan
kubiarkan engkau kurus
seperti ini, isteriku."

HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.
Isteri ke-4 adalah
TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita
keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan
gagah. Semua ini
akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada
keindahan dan
kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita
meninggal,
semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan
berpindah dan
melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun
kedudukan kita
dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua
itu akan
berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita
tiada.

Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.
Seberapa pun dekat
hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus
bersama
mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani
kita.

Boycke
------------------------------------------------------
setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya
amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan
bijak serta jangan
pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan
kepada sesama
yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita,
pemberian kita
menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita
dengan bijak.