18 Desember 2011

S.O.S Karier Saya Kandas !

Hampir setiap orang pernah membuat kesalahan fatal dalam hidupnya. Pada saat merasakannya, serasa dunia ini tak ada jalan keluar untuk sekedar menyembunyikan muka. Belum lagi cara kita menanggulangi musibah seperti itu, bisa membuat suasana semakin memburuk. Pahami cara membangun kembali karir yang nyaris ambruk dan tegaklah kembali.simak saran Rona Lichtenberg dalam bukunya Work Would Be If weren’t For The People (Hyperion).

Akui sajalah !
Ini memang bagian tersulit. Sudah menjadi naluri manusia untuk sebisa mungkin tidak mengakui kesalahan.Cara yang terbaik menurut Rona Lichtenber, adalah mengakui kesalahan Anda dan segera minta maaf. Jangan tunggu sampai bos bertanya atau mengajak Anda membahas kesalahan yang terjadi. Jelaskan segala sesuatunya tanpa harus banyak berkilah dan beralasan bermacam-macam. Beri keyakinan bahwa hal ini tak akan terjadi lagi. Kalau perlu tuangkan komitmen Anda secara tertulis.


Be part of the solution
Minta maaf itu perbuatan baik. Tapi di tengah kesalahan fatal yang baru saja Anda ciptakan, minta maaf saja tidak cukup. Ada sederet hal lain yang perlu dilakukan. Coba usulkan rencana detail Anda untuk menyelesaikan masalah ini. Katakan pada atasan dan kalau perlu buat tertulis. Komitmen Anda untuk segera merealisasikan rencana perbaikan tersebut dinantikan banyak orang. So, segera laksanakan. Jangan lupa untuk selalu membuat report tertulis atas segala kemajuan yang dicapai. Semua kerepotan ini adalah untuk menunjukan bahwa Anda merupakan orang yang pantas dipercaya.

Toh mereka akan lupa pada kejadian ini !
Jangan terlalu percaya pada kekuatan time healing! Kita harus berupaya untuk membuat mereka lupa. Kerja keras adalah jawaban untuk membangun kembali reputasi, yang sudah jatuh. Kerja keras tak selalu berarti kerja lembur sampai larut malam. Kerja keras lebih bermakna jika disertai kedua hal sebagai berikut: focused and committed. Bersikaplah kreatif, mencari berbagai cara untuk ‘berjasa’ bagi perusahaan. Tunjukkan Anda pantas mendapat kesempatan kedua.

Jangan salah bersikap !
Usaha keras boleh saja, tapi jangan lupa dengan etiket. Etiket merupakan alat public relation yang handal. Be punctual. Karena tepat waktu bias menimbulkan image yang profesional. Berpakaian yang chic dan rapi, bertingkah laku profesional, menghindari gossip kantor dan jangan terpancing untuk salah omong!

Jangan putus asa
Anda sudah merasakan sendiri betapa susahnya menumbuhkan kepercayaan orang lain pada kita. Kepercayaan bukan barang gratis, tapi butuh harga yang mahal untuk mendapatkannya. Jika kehilangan kepercayaan butuh usaha ekstra untuk mendapatkannya kembali. Nah, beri waktu yang realistis pada diri Anda untuk mendapatkan kembali rasa percaya yang hilang. Jangan sekali –sekali mengambil langkah yang justru membuat atasan kita makin yakin bahwa Anda tak dapat dipercaya. Usaha sudah keras tapi tak kunjung dipercaya? Give yourself a break. Segera cari pekerjaan baru!

Saat tepat untuk berkata’I Quit!’

Jika kesalahan yang dibuat memang sudah kebangetan, maka Anda butuh waktu yang lama lagi untuk keluar dari kantor itu. Bertahan dalam kondisi seperti itu sama saja dengan mencari perkara. Prinsip dasarnya tetap sama: akui kesalahan dan lihatkan pada khalayak bahwa Anda mendapat pelajaran yang berharga dari peristiwa itu. Ini jauh lebih baik dari pada menyembunyikan kesalahan.

Itu hak saya !
Ada mekanisme memecat karyawan, Anda tentu sudah mengetahuinya. Pelajari mekanisme itu. Kalaupun Anda dipecat dari pekerjaan, itu harus melewati banyak langkah. Surat peringatan boleh keluar bila Anda sudah diperingatkan secara lisan. Surat peringatan pun biasanya berjenjang. Adalah hak Anda untuk tahu mengapa menerima semua itu. Jadi, bertanyalah dan jangan menyerah begitu saja. Tentu tak disarankan untuk ngotot jika kesalahan Anda sudah terlalu jelas. Yang penting adalah kita tahu bahwa perusahaan bermain di rel aturan yang berlaku.

Pro aktif
Masa probation atau percobaan sering terjadi masalah. Dan masalah terbesar adalah probation berlalu tanpa ada tanda sama sekali. Kalau tak lulus probation, itu lain soal. Yang sering kita temui adalah masa probation selesai tanpa ada penilaian apapun. Ingat, harus ada seseorang dari manajemen yang menjelaskan pada kita penilaian terhadap hasil kerja kita. Kalau sampai satu bulan tetap tak ada apa-apa, bertanyalah! Be proactive!Kita punya hak untuk tahu hasil kerja kita dan…keep up the good work!

(sumber:Majalah Kosmopolitan)

SOPIR TAXI

Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada waktu untuk 'memanjakan' diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat pun, segala masalah dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui pikiran. Pagi ini, hari Senin, aku datang ke kantor dengan semangat yang sedikit lebih baik, setelah pada akhir pekan aku sempat untuk beristirahat.

Saat kumasuki ruangan kerjaku, telpon berdering. Aku angkat dan terdengar teriak dari ujung telpon. "Keruangan saya sekarang". Wah ada apa ini ? Pagi-pagi boss sudah marah-marah. "Bagaimana ini? Kerja ngak pernah beres. Saya harus presentasi hari ini, bahan yang kamu sediakan sama sekali tidak berguna. Buang-buang waktu saya saja." Aku hanya terdiam, dalam hati aku sangat muak dan sebal mendengarnya. Minggu yang lalu, aku sudah ingatkan. Bahwa bahan presentasi yang beliau minta tidak akan mungkin dapat di selesaikan. Waktunya terlalu singkat. Sedangkan materinya sangat banyak. Saya usulkan untuk menggunakan presentasi yang sudah ada, dengan pembaharuan sedikit." Tapi bossku tetap memaksa untuk membuat bahan presentasi yang baru. Dengan bijaksana dia berargumen. "Ya sudah kamu persiapkan semampu kamu. Nanti saya akan bantu". Sebenarnya saya sudah tahu, ini lagu lama, nanti pada akhirnya dia tidak akan membantu sama sekali dan ujung-ujung dia akan marah-marah, seperti saat ini.

Sebenarnya kalau mau jujur. Saya bisa saja menyelesaikan presentasi tersebut kalau mau mencurahkan lebih banyak waktu untuk mengerjakannya. Tapi, terus terang saya sudah malas dengan segala keinginan boss-ku. Nyaris setiap hari aku pulang larut malam. Pergi pagi pulang malam.Dari Senin sampai Sabtu. Dan segala pekerjaanku tidak pernah di hargai olehnya. Jadi aku pikir "masa bodoh dengan segala pekerjaan kantor. Aku sudah cape. Terserah deh, nanti jadinya apa. Gua kaga peduli". Jadi Sabtu kemarin aku habis kan waktu dengan tidur seharian. Membaca buku, menonton televisi, dengar kaset. Laptop yang tegeletak di atas meja tidak aku sentuh sedikit pun. "Masa bodoh" pikirku.

Boss ku masih saja mengoceh di depanku. Aku berpura-pura tertunduk dan menyesali segala kesalahanku. Padahal dalam hati, aku masa bodoh, setiap perkataannya tidak ada satu pun yang hinggap di dalam pikiran. Masuk kiri keluar kanan. Setelah 15 menit akhirnya keluar juga perkataan yang aku tunggu-tunggu. "Ya sudah. Keluar kamu."

Aku kembali keruangan. Duduk. Kunyalakan computer, seolah-olah hari ini tidak ada apa-apa. Waktu berlalu dengan cepat. Tak terasa sudahjam 12. Saatnya makan siang. Langsung saja ku buka bekal yang aku bawa dari rumah. Dengan tergesa-gesa kusantap setiap sandok makan siangku. Hari ini aku harus jalan lagi keluar kantor. Menemui kantor yang mengeluh atas jasa layanan yang perusahaan kami berikan. Sambil makan aku mulai berpikir "Wah cape kerja di sini mah. Bossnya ngak punya otak. Emang gua apaan, robot? superman ? Masa bodo ah, sekarang sih gua kerjain yang gua mau aja. Masa bodo dengan boss. Mau ini kek mau itu kek, itu sih urusan dia sendiri. Gua kagak mau peduli."

Sendok terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga. Kubenahi segala dokumen yang di butuhkan dan segera keluar kantor mencari taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga.

"Daerah kota pak" Seruku pada supir taxi.

"Kotanya di mana pak?", Dia menimpali.

"Wah, namanya apa yah ?" aku sendiri tidak begitu ingat. "Nanti saya tunjukkan jalannya kalau sudah sampai di sana"

"Baik Pak".

Suasana hening. Tidak beberapa lama pak supir berkata, "Tadi orang yang pakai taxi ini sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek". Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland.

"Kok mau sih pak?" ucapku.

"Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita tolak", ujarnya dengan logat batak yang masih terasa. "Kalo supir lain sih pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari Tuhan.",

"Wah, berfilsafat dia.", pikirku.

"Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya di kasih uang 10.000. padahal argonya ngak sampe 5 rebu. Saya senang juga. Tapi sebenernya saya nggak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau buru-buru. Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit hati kan".

"Iya juga yah", pikirku. Suasana hening kembali. Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Kelihatannya ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang lain. Yang rata-rata wajahnya cemberut.
"Bapak sudah lama jadi sopir taxi", Tanyaku memecah keheningan.

"Baru empat tahun Pak."

"Sebelumnya kerja di mana ?"

"Dulu saya kerja di perhotelan."

"Kerja di bagian apa Pak ?"

"Manager operasional".

Hah ? Tidak salah dengar ? Manager ? nggak mungkin ah..
"Anak buahnya banyak pak ?", tanyaku sedikit menyelidik.

"Ada sekitar 100 orang".

"Terus, koq sekarang malah jadi sopir taxi"

"Wah, panjang ceritanya Pak."

"Oh.", gumanku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya ada kenangan pahit yang dia alami.
"Biasalah pak korban kena sikut", ujarnya meneruskan, "Padahal dia teman baik saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. "Tapi buat saya itu nggak masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap pelihara saya. Buktinya saya langsung bisa dapat pekerjaan lagi. Walaupun tidak sehebat seperti dahulu. Yah, sudah cukup lah, untuk kebutuhan sehari-hari".

"Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain ?"

"Nama saya sudah rusak Pak."

"Pasti karena di fitnah oleh teman baiknya itu", pikir ku.

Kuperhatikan lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampak terbeban. "Lebih enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak ?", tanyaku.

"Wah, enak atau enggak tergantung hati kita Pak. Pokoknya kita mesti sadar, bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan yang memberi. Mengucap syukur senantiasa. Sukacita bukan datang dari luar, tapi dari dalam diri kita. Jadi kalau ditanya lebih enak mana, dulu atau sekarang. Jawabannya yah: dua-duanya. Mau jadi apa aja nggak masalah, yang penting ada rasa syukur, pasti sukacita itu datang dengan sendirinya."

Wah, jadi malu aku. Aku yang sejak kecil di didik dalam keluarga percaya, masih mengeluh kan pekerjaan yang saya terima. Padahal kalau dibandingkan dengan sopir taxi, pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan penghasilan yang lebih tinggi tentunya. Tapi, dasar ! Nggak ada ucapan syukurnya. Teringat kembali ayat yang berkata "Lakukanlah segala sesuatu seperti kita melakukan untuk Tuhan".

Hmmm, hari ini aku di sadarkan kan oleh seorang supir taxi. Hari ini aku di kuatkan kembali untuk selalu bersyukur dalam segala hal dan melakukan semua selayaknya kita bekerja bagi Tuhan.
(sumber:unknown)

10 Desember 2011

SEPULUH Macam Tipe BOS..!

Majalah Amerika Psychology Today menyebutkan beberapa tipe bos.
Bos jenis ular kurang jujur, suka berbohong, menyalahgunakan informasi, tidak bisa menjaga rahasia. Bos, sang diktator, selalu merasa ada saja kesalahan dan ingin menyelesaikan semua persoalan sendiri.

Berikut Ini 10 Tipe BOS Selengkapnya
Tipe ULAR
Tidak jujur, tidak memegang janji, suka menyalahgunakan informasi, dan tidak bisa menjaga rahasia.
Tipe DIKTATOR
Tipe ini seperti si kecil Napoleon yang merasa tidak pernah berbuat kesalahan dan merasa cepat tersinggung jika seseorang memutuskan sesuatu tanpa mengikutsertakan dirinya
Tipe PENYOMBONG
Merasa paling tahu, tidak mau mendengarkan selalu ingin tampil dan lebih mementingkan idenya sendiri sebagai topik utama.
Tipe PENEKAN
Memperlakukan bawahannya seperti tidak ada apa-apanya, menyepelekan mereka dan membuat mereka "kecil". Ia paling suka memarahi mereka di depan orang lain.
Tipe LEMAH
Kurang bisa memutuskan dan suka melepas tanggungjawab. Motto "memimpin, mengikuti, atau mengawasi Anda" tak dikenalnya.
Tipe PLIN-PLAN
Sebenarnya ia bukanlah seorang yang jahat, namun jika tiba-tiba merasa benci pada seseorang, ia bisa menyebabkan bencana di pekerjaan.
Tipe PENGANTUK
Ia datang terlambat, pulang paling cepat. Terlalu banyak minum dan mengantuk dalam rapat. Jika tak ada hubungan saudara dengan pemimpin perusahaan, ia tidak akan bertahan lama.
Tipe TIDAK MAMPU
Tipe yang berhasil sampai di puncak yang tak dikuasainya.
Tipe TELITI
Ketat terhadap aturan dan instruksi, memperhatikan detail dan membesar-besarkan hal kecil.
Tipe BADUT
Tak ada yang menganggapnya serius, baik bawahannya maupun atasannya, dan bahkan tidak juga istrinya. (zrp)